Senin, Mei 17, 2021
BerandaSulawesi baratWarga Malunda Mengungsi Pasca Rentetan Gempa Majene

Warga Malunda Mengungsi Pasca Rentetan Gempa Majene

- Advertisement -spot_img

Berita sulawesi barat, gemasulawesi– Warga Kecamatan Malunda, Majene Sulawesi Barat memilih mengungsi pasca rentetan gempa mulai Kamis siang 14 Januari 2021.

Terkini, gempa kembali mengguncang Majene dengan kekuatan yang lebih besar magnitudo 6,2 Jumat dini hari 15 Januari 2021.

Gempa dengan kekuatan besar membuat warga panik berhamburan, khususnya warga yang tinggal di pesisir pantai.

Warga Malunda memilih mengungsi karena khawatir dengan adanya potensi bencana tsunami pasca gempa Majene yang kuat.

Baca juga: Gempa M 6,2 Guncang Majene Sulbar Dini Hari, Dirasakan Hingga Parimo

“Warga sudah mengungsi, khususnya di Malunda. Berbeda dengan warga di Kota Majene yang masih memilih berada di rumah masing-masing,” ungkap salah seorang warga di Majene, Dani via saluran telepon, Jumat 15 Januari 2021.

Ia mengatakan, hingga saat ini situasi di Kota Majene masih kondusif.

Sementara itu, Camat Malunda Salahuddin mengatakan, masyarakat Malunda alami kepanikan tak terkecuali adalah warga yang bermukim di pesisir pantai.

Hingga malam ini dikabarkan, masyarakat yang meninggalkan rumahnya masih bertahan di tempat lokasi pengungsian.

Baca juga: Aksi Solidaritas Pemuda Malunda Peduli Palestina

Warga dari Lamuang Batu, Malunda Karewaca dan Sasende dan Desa Maliaya dan sekitarnya pilih mengungsi.

“Alasan warga mengungsi karena takut digulung bencana Tsunami,” sebutnya.

Warga mencari tempat lebih tinggi. Bahkan ada yang menumpang di sekolah hingga ke wilayah Desa Kayu Angin dan Kota Tinggi.

Sejauh ini pemerintah Kecamatan Malunda bersama pemerintah desa dan kelurahan masih melakukan pendataan rumah warga yang terdampak gempa bumi.

“Warga masih menunggu bantuan sosial dari Pemda Majene,” tuturnya.

Gempa Malunda, Majene Dirasakan Hingga Parimo

Gempa bumi yang kembali guncang Majene, berkekuatan magnitudo 6,2. Pusatnya, di Malunda Majene, namun dirasakan hingga Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 6 km arah timur laut Majene, pada kedalaman 10 km,”rilis BMKG, 15 Januari 2021.

Informasi yang diterima 15 Januari 2021, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Polman, Makassar, Donggala hingga Parigi Moutong.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi itu.

Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: BMKG: Waspadai Aktivitas ‘Foreshocks’ Rentetan Gempa Palasa

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.