2Banner GIF 2021

Gempa M 6,2 Guncang Majene Sulbar Dini Hari, Dirasakan Hingga Parimo

Gempa M 6,2 Guncang Majene Sulbar Dini Hari, Dirasakan Hingga Parimo
Foto: Gempa Terkini Majene Sulbar/BMKG.

Berita sulawesi barat, gemasulawesi– Gempa bumi kembali guncang Sulawesi Barat. Kali ini, gempa kekuatan magnitudo 6,2 berpusat di Malunda Kabupaten Majene, namun dirasakan hingga Kabupaten Parimo Sulawesi Tengah.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 6 km arah timur laut Majene, pada kedalaman 10 km,” rilis BMKG, 15 Januari 2021.

Informasi yang diterima 15 Januari 2021, guncangan gempa bumi Majene Sulawesi Barat dirasakan skala IV-V di Majene, Polman, skala II di Makassar Sulsel, III di Palu, Donggala hingga Parimo Sulteng.

Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Guncang Mamuju Tengah, Terasa Hingga Majene

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 terjadi di wilayah daratan Sulawesi Barat dengan pusatnya berada sekitar 4 kilometer dari ibu kota kabupaten Majene, Kamis 14 Januari 2021.

BMKG mencatat pusat gempa itu berada di barat laut Majene dengan kedalaman 10 kilometer. Atas gempa yang terjadi pukul 13.35 WIB itu, BMKG melansir peringatan dini tak ada potensi tsunami.

Hingga 14 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan dua aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo maksimum M=4,9.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

Guncangan gempa yang pertama dirasakan begitu kuat untuk warga di daerah Majene dan sekitarnya. Guncangan gempa itu bahkan terasa hingga Poso dan Parepare yang berada di Sulawesi Selatan.

Guncangan paling kuat dirasakan warga di daerah Polewali, Mamuju, dan Majene dengan skala IV-V MMI. Lebih ringan yakni skala III-IV MMI, dirasakan warga di Mamuju Utara dan Mamuju Tengah, kemudian Mamasa (Sulawesi Barat).

Guncangan juga dirasakan di Sulawesi Selatan dengan skala lebih ringan yakni Toraja, Pinrang, Poso, Wajo, dan Parepare.

Dari hasil analisis BMKG pada lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum, goncangan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post