Gempa Magnitudo 4,7 Kembali Getarkan Parigi Moutong

Gempa Magnitudo 4,7 Kembali Getarkan Parigi Moutong
Infografis lokasi gempa di Parigi Moutong (Foto: BKMG)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Gempa bumi bermagnitudo 4,7 kembali getarkan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). BMKG stasiun geofisika Palu menyebutkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mencatat pada Sabtu, 29 Februari 2020, pukul 02.46 WITA, gempa berpusat di Teluk Tomini, 10 Km arah utara Torue wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Read More

Episenter gempa bumi tektonik terletak pada koordinat 0,88 LS dan 120,34 BT, pada kedalaman 5 Km. Menurut laporan, gempa sempat dirasakan di wilayah Parigi dengan skala III-IV di Parigi dan II-III di Palu.

Sementara itu, beberapa warga yang dekat dengan lokasi episenter gempa juga turut merasakan gempa magnitudo 4,7 yang kembali getarkan Parigi Moutong.

“Ya Allah, kencang sekali. Diayun seperti kejadian lalu. Padahal gempanya cuma magnitude 4,7,” ungkap Dian Djalis Rabbie, salah satu akun Facebook warga pada laman BMKG Stasiun Geofisika Palu.

Selanjutnya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

BMKG juga menjelaskan berdasarkan skala MMI berikut informasi yang dapat dipelajari:

I MMI berarti getaran gempa bumi tektonik tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi tektonik dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi tektonik dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

X MMI, akibat gempa kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, akibat gempa bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, akibat gempa bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: MoU Petani Walet Parigi Moutong dan PT FKS

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.