Home Palu Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu

Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu

Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu
Foto: BMKG Geofisika Kota Palu

Berita kota palu, gemasulawesi– Gempa bumi magnitudo 3,6 guncang Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu 25 Oktober 2020.

BMKG Stasiun Geofisika Palu mencatat pada pukul 22.15 WITA, gempa bumi tepatnya berlokasi di darat 19 Km arah utara Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Episenter gempa bumi tektonik di Kota Palu Sulawesi Tengah terletak pada koordinat 0,73 Lintang Selatan dan 119,86 Bujur Timur, pada kedalaman 10 Km.

Menurut hasil permodelan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

Berdasarkan laporan warga, gempa bumi magnitudo 3,6 dirasakan III MMI di Kota Palu.

Hingga saat ini, BMKG belum merilis dampak dari gempa itu.

Selanjutnya, BMKG Stasiun Geofisika Palu menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,0 Getarkan Sigi Sulteng

29 Segmen Sesar Aktif di Sulteng

Diketahui, BMKG Kelas 1 Palu telah mencatat sebanyak 29 segmen sesar aktif yang berada di Sulawesi Tengah melalui pemetaan yang dilakukan Tim Pusat Gempa Nasional.

BMKG mengungkapkan, pemetaan yang dilakukan Tim Pusat Gempa Nasional di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 29 segmen sesar akif.

Sesar gempa yang sering aktif dalam satu tahun terakhir di wilayah Sulteng yakni sesar Palu Koro, Sesar Sausu, Sesar Palolo Graben, sesar Poso, sesar Tolitoli, sesar Buol dan sesar Matano.

Selain itu, ada satu sesar gempa Sulteng yang berada di wilayah Banggai Laut yaitu sesar Peleng yang aktif dan menyebabkan gempa bermagnitudo 6.9 skala richter terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gempa bumi magnitudo 3,2 getarkan Donggala Sulteng

BMKG juga sudah memasang jejaring sensor yang cukup rapat untuk menganalisa potensi gempa dan penanganannya.

Untuk Pulau Sulawesi, Tim Pusat Gempa Nasional mencatat sebanyak 48 sesar aktif dari hasil pemetaan yang dilakukan.

Apa Itu Skala MMI Gempa

Warga juga perlu mengetahui apa itu skala MMI gempa. Berikut informasi yang dapat dipelajari:

I skala MMI berarti getaran gempa bumi tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

Baca juga: Sesar Palu Koro Aktif, Gempa M 3,7 Guncang Sigi Sulteng

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi tektonik dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

X MMI, disebabkan gempa kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, karena gempa bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, akibat gempa bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Banggai Sulawesi Tengah

Laporan: Muhammad Rafii

 

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.