Gempa Magnitudo 6,4 Gorontalo Dirasakan di Sulteng

Gempa Magnitudo 6,4 Gorontalo Dirasakan di Sulteng
Foto: Rilis Update Gempa Gorontalo, 7 Januari 2021.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Gempa bumi kembali mengguncang Sulawesi. Kali ini, gempa kekuatan magnitudo 6,4 berpusat di Gorontalo, namun dirasakan hingga Kabupaten Morowali Sulteng.

BMKG menyebut Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,04 Lintang Selatan dan 123,03 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 km arah Selatan Kota Gorontalo, Gorontalo pada kedalaman 148 km.

Rilis BMKG 7 Januari 2021, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Gorontalo, Luwuk, Morowali Sulteng II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Manado, Bolsel, Ternate, Tidore II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi itu.

Baca juga: Ini Peta Potensi Tanah Longsor Sulawesi Tengah

Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gorontalo Masuk Daerah Rawan Gempa Bumi

Gorontalo menjadi salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan ecara tektonik berada di wilayah pertemuan dua lempeng besar, yakni lempeng Pasifik dan Eurasia serta lempeng-lempeng mikro.

Peta Geologi Gorontalo menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah kota Gorontalo. Sesar lokal Gorontalo yang mengiris lengan utara Pulau Sulawesi.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

Analisis menunjukkan adanya tiga daerah dugaan sesar aktif, dengan tipe sesar cenderung oblique. Dengan panjang 24,54 km sampai 27,54 km dan lebar rupture 8,51 km sampai 9,22 km.

Sesar melintasi area di tiga daerah administrasi, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara. Yang meliputi 9 kecamatan, 40 kelurahan/desa dan sekitar 108 ribu jiwa warga.

Hasil analisis ini juga mendeteksi adanya satu daerah dugaan sesar aktif yang tidak teridentifikasi pada peta geologi.

Ancaman gempa bumi tektonik ini sewaktu-waktu terjadi tanpa peringatan terlebih dulu.

Menurut salah seorang ahli Geologi, Ivan Taslim S.Si MT, peta patahan atau sesar Gorontalo yang bersumber dari Inarisk BNPB Tahun 2018, menunjukkan betapa besarnya kerentanan bahaya geologi daerah ini.

“Jadi, keberadaan patahan atau sesar Gorontalo terbagi menjadi dua segmen. Pertama, segmen jalur patahan pantai utara yang mengiris wilayah Gorut hingga ke Laut Sulawesi yang merupakan batas sisi utara daerah ini. Segmen yang kedua, merupakan jalur patahan pantai selatan yang membentang dari arah tenggara di Teluk Tomini ke arah barat laut, memotong Kota Gorontalo hingga sisi timur Kabupaten Gorontalo, termasuk di Danau Limboto,” urai Ivan.

Kerentanan yang dimaksudkan, tidak saja karena banyaknya daerah dapat terdampak di sekitar patahan tersebut, tetapi juga akibat tatanan struktur geologi pada wilayah ini masih aktif bergerak, meski dengan kecepatan yang berbeda-beda.

Baca juga: Gempa 5,4 SR Guncang Mamuju Tengah, Terasa Hingga Majene

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post