Home Sulawesi Tengah Gempa 5,0 SR Buol, Dirasakan III MMI di Parimo

Gempa 5,0 SR Buol, Dirasakan III MMI di Parimo

Gempa Bumi 5,0 SR Getarkan Buol, Skala III MMI di Parimo Sulawesi Tengah
Foto: Rilis BMKG Gempa Buol Senin 26 Oktober 2020.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Gempa bumi magnitudo 5,0 getarkan Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah, dirasakan III MMI di Parimo.

BMKG mencatat Senin 26 Oktober 2020 pukul 15.26 WITA, gempa tepatnya berlokasi di darat 44 Km arah tenggara Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.

Episenter gempa bumi tektonik terletak pada koordinat 0,59 Lintang Utara dan 121,48 Bujur Timur, pada kedalaman 62 Km.

Menurut hasil permodelan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,0 Getarkan Sigi Sulteng

Berdasarkan laporan warga, gempa bumi Buol dirasakan III MMI Gorontalo, III Buol, II – III Bone Bolango dan II – III MMI di Parimo.

Hingga saat ini, BMKG belum merilis dampak dari gempa itu.

Selanjutnya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

29 Segmen Sesar Aktif di Sulteng

Diketahui, BMKG Kelas 1 Palu telah mencatat sebanyak 29 segmen sesar gempa aktif yang berada di Sulteng melalui pemetaan yang dilakukan Tim Pusat Gempa Nasional.

BMKG mengungkapkan, pemetaan yang dilakukan Tim Pusat Gempa Nasional di Sulteng tercatat sebanyak 29 segmen sesar gempa akif.

Sesar gempa yang sering aktif dalam satu tahun terakhir di wilayah Sulteng yakni sesar Palu Koro, Sesar Sausu, Sesar Palolo Graben, sesar Poso, sesar Tolitoli, sesar Buol dan sesar Matano.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang Kota Palu

Selain itu, ada satu sesar gempa Sulteng yang berada di wilayah Banggai Laut yaitu sesar Peleng yang aktif dan menyebabkan gempa bermagnitudo 6.9 skala richter terjadi beberapa waktu lalu.

BMKG juga sudah memasang jejaring sensor yang cukup rapat untuk menganalisa potensi gempa dan penanganannya.

Untuk Pulau Sulawesi, Tim Pusat Gempa Nasional mencatat sebanyak 48 sesar aktif dari hasil pemetaan yang dilakukan.

Baca juga: Gempa bumi magnitudo 3,2 getarkan Donggala Sulteng

Apa Itu Skala MMI Gempa

Warga juga perlu mengetahui apa itu skala MMI gempa. Berikut informasi yang dapat dipelajari:

I skala MMI berarti getaran gempa bumi tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi tektonik dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

X MMI, disebabkan gempa kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, karena gempa bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, akibat gempa bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: Sesar Palu Koro Aktif, Gempa M 3,7 Guncang Sigi Sulteng

Laporan: Muhammad Rafii

 

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.