Gelar Razia Waria, Dinsos Makassar Dilempari dan Diancam Busur

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Hukum, gemasulawesi – Gelar Razia waria, tim gabungan Dinas Sosial (Dinsos) polisi dan Satpol PP menertibkan wanita pria (Waria) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, namun saat penertiban sejumlah waria melakukan perlawanan melempari batu juga melepaskan busur.

Kepala Dinas Sosial Makassar Aulia Arsyad mengatakan, gelar razia waria dilakukan sesuai dengan laporan masyarakat yang resah dengan perilaku waria yang sering muncul di jalanan.

Menanggapi keluhan warga, Aulia mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Menyusul laporan dari masyarakat terkait Waria yang meresahkan, akhirnya kami tanggapi dengan cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk mendisiplinkannya,” ucap Aulia saat dimintai konfirmasi pada Sabtu 16 Juli 2022.

Baca: Pelaku Pencurian Handphone di Gorontalo Ditangkap di Makassar

Aulia mengatakan, operasi penertiban dilakukan di kawasan Makam Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Namun saat itu Waria melawan.

Bahkan, petugas terlibat aksi kejar-kejaran dengan mereka. Namun, para waria melakukan perlawanan dengan melempar hingga melepaskan busur.

“Ketika mereka ditertibkan, mereka melakukan perlawanan dan tim kami mendapatkan lemparan batu hingga busur dari beberapa orang yang ada di sana,” ucap Aulia.

Namun, saat kejadian menegangkan itu berlangsung, beberapa Waria ditangkap. Aulia mengatakan, penanganan selanjutnya para waria itu didata sebagai karena menggangu ketertiban umum.

Dengan demikian, ia dibebaskan dan dipersatukan kembali dengan keluarganya. Harapannya diarahkan untuk dibina kmbali ke jalan yang benar.

“Penanganan langsung penjangkauan waria termasuk dalam pembinaan kami di Bakti Sosial melalui penjangkauan bila mana kita melihat mangkal di pinggir jalan. Melalui ini kami bisa mengumpulkan data dan mengembalikan ke keluarga untuk pembinaan langsung,” jelasnya.

Selain itu, Aulia mengaku pihaknya juga telah melakukan pembinaan kepada waria yang sudah diamankan. Pelatihan tersebut seperti pelatihan menjahit, merias wajah dan keterampilan lainnya.

Ia mengatakan, kami juga menawarkan mereka pelatihan dengan orang yang berbeda. Khusus untuk Waria, ada persatuannya dan kami melihat kegiatannya dalam bentuk positif. (*/Ikh)

Baca: DKP Sulawesi Selatan Tanam Mangrove di Pesisir Pantai Pangkep

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.