Gebyar Literasi 2019 Parigi Moutong Diikuti Ratusan Peserta

  • Whatsapp
Gebyar Literasi 2019 Parigi Moutong Diikuti Ratusan Peserta
Gebyar literasi 2019 Parigi Moutong (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Gebyar Literasi 2019 Parigi Moutong (Parimo) dalam bingkai lomba penulisan esai kerjasama Disdikbud dengan Balai Bahasa Sulawesi Tengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan diikuti ratusan peserta.

“Total peserta Gebyar literasi 2019 Parigi Moutong sebanyak 800 peserta terdiri dari siswa SD, SMP, SMA/SMK dan komunitas baca,” sambutan Ketua Panitia gebyar literasi 2019, Herawati, di aula Indoor Kantor Bupati Parimo, Selasa, 29 Oktober 2019.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, bentuk pelaksanaan kegiatan gebyar literasi 2019 Parigi Moutong berupa lomba penulisan esai dengan tema literasi baca tulis untuk generasi emas berkualitas. Lombanya berupa pemaparan, ceramah, tanya jawab, bimbingan, dan praktik baik berliterasi baca-tulis berupa lomba penulisan esai.

Pelaksanaan gebyar literasi tahun 2019 lanjut dia, dilaksanakan selama tiga hari dimulai hari Selasa, 29 oktober sampai 31 Oktober bertempat di aula Indoor Kantor Bupati.

Baca juga: Akomodir Kucuran Dana Rekon, APBD Parimo Bisa Dirubah

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memajukan budaya literasi kepada anak diseluruh tingkay pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah Adri mengatakan Balai Bahasa Sulawesi Tengah yang merupakan UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) untuk penyebarluasan informasi literasi baca tulis.

Menurutnya, kegiatan bertujuan memperkuat komitmen peserta didik dan komunitas baca dalam mendorong penumbuhan budaya literasi. Kemampuan literasi dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis.

Penguasaan literasi kata dia, merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan.

Baca juga: Pengumuman Penerimaan CPNS 2019 Molor

“Pengenalan literasi harus ditanamkan pada usia sedini mungkin. Pendidikan harus disadari sebagai modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya” ungkapnya.

Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai mengungkapkan hal sama, permasalahan dihadapi saat ini adalah perkembangan bahasa yang sangat cepat. Banyak bahasa asing yang kini sudah disadur dan sudah menjadi bahasa sehari-hari.

Walaupun, sosialisasi tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang benar sudah sering dilakukan, namun tetap membutuhkan pendalaman literasi.

Baca juga: DPRD Khawatir Pelayanan RSUD Anuntaloko Parimo Jadi Buruk

Ia berharap, kegiatan gebyar literasi Parigi Moutong 2019, dapat menjadi pintu gerbang meningkatkan skala literasi di Kabupaten Parimo. Kualitas masyarakat, terutama generasi milenial perlu dibentengi dengan budaya membaca dan menulis yang tinggi.

“Terlebih di era modernisasi saat media sosial yang semakin berkembang. Kemampuan literasi yang tinggi dipercaya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebab, dengan budaya membaca dan menulis generasi masa depan memiliki modal berharga untuk bersaing di kancah global,” tutupnya.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Sulawesi Barat Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Komentar