Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Gabungan Pecinta Alam Tanam Mangrove di Parigi Moutong

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Must read

Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Peringati hari lingkungan hidup sedunia, gabungan pecinta alam Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tanam mangrove.

“Kami tanam mangrove di lokasi demplot rehabilitasi masih kosong,” ungkap koordinator kegiatan Itaz Haruna, di lokasi kegiatan Kelutahan Maesa, Sabtu 5 Juni 2021.

Aksi penanaman ribuan bibit mangrove dilaksanakan gabungan pecinta alam dari Lembaga Pecinta Alam dan Petualangan (LPAP) El Capitan Indonesia dan Lembaga Sahabat Alam (LSA) Gagantu Wild.

Gabungan pecinta alam sengaja memilih demplot rehabilitasi di pesisir pantai Kelurahan Maesa, mengingat di lokasi itu masih sering terjadi pembabatan pohon mangrove.

“Mereka melakukan aksi ini menggunakan teknik sulam,” sebutnya.

Kegiatan tanam mangrove dari gabungan pecinta alam, sebagai bentuk upaya memberikan edukasi kepada warga akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan khususnya pesisir.

Baca juga: Polres Parigi Moutong Tanam 1000 Bibit Mangrove

Menurutnya, untuk menjaga ekosistim laut Teluk Tomini di Parigi Moutong, salah satunya harus didukung dengan kelestarian hutan mangrove.

“Edukasi untuk tidak membuang sampah di sungai dan di laut juga perlu digalakkan,” tuturnya.

Tidak hanya sebatas sosialisasi kepada warga luas, namun harus didukung pula dengan edukasi dan aksi nyata.

Baca juga: Kapolres: Pelaku Penebangan Hutan Mangrove Melanggar UU Lingkungan Hidup

Contohnya, aksi penanaman bibit mangrove maupun bersih-bersih pantai. Secara tidak langsung sudah memberikan contoh kepada warga menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Fungsi kawasan hutan mangrove sangat berguna bagi manusia dan ekosistem bawah laut,” jelasnya.

Selain itu, fungsi kawasan hutan mangrove juga dapat mencegah terjadinya abrasi pantai, bahkan tsunami sekalipun.

Menurutnya, masyarakat Parigi Moutong secara khusus dan umumnya Sulawesi Tengah, harus belajar dari Desa Tongke-tongke di Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan kawasan wisata mangrovenya.

Desa Tongke-tongke, kata dia, juga tercatat pernah lolos dari terjangan gelombang tsunami, karena memiliki kawasan hutan mangrove di sepanjang pantainya.

Ia menambahkan, aksi penanaman dari gabungan pecinta alam juga sebagai bentuk dukungan program gerakan 1 juta mangrove.

Baca juga: Pecinta Alam Tanam Ribuan Mangrove di Siney Parigi Moutong

Laporan: Roy Lasakka

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article