fbpx

FKS Kunjungi Peternak Sarang Burung Walet Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Kunjungan Ke Peternak Sarang Burung Walet- FKS dan Kementan kunjungi peternak sarang burung walet di Kecamatan Tolai dan Amphibabo Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 28 Januari 2020. HumasFoto.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Fhisindo Kusuma Sejahtera Perseroan atau PT FKS bersama staf ahli Kementan mengunjungi peternak sarang burung walet di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Staf ahli Kementan, Muh Idrus Hafied bersama PT FKS yang terdiri dari Eka Sapanca dan Bong Micky melihat langsung kualitas sarang burung walet milik peternak. Sambil berdialog mensosialisasikan dukungan ekspor ke luar negeri di dua wilayah Kecamatan Tolai dan Kasimbar.

“Kualitas sarang burung walet Parigi Moutong sangat baik,” ungkap Eka Sapanca selaku perwakilan PT FKS, saat kunjungan di Kecamatan Tolai, Selasa 28 Januari 2020.

Ia melanjutkan, pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan peternak lokal di Parigi Moutong. Secara bersama membangun daerah melalui ternak sarang burung walet.

Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai mengatakan, warga khususnya peternak mesti proaktif untuk membangun daerah. Caranya, dengan bekerja sama yang baik antara peternak dan FKS selaku investor. Dengan adanya ikatan kerjasama, pasti dapat melindungi petani walet di Parigi Moutong.

“Selain diikat dengan kerjasama, peternak juga bisa membuat koperasi dan asosiasi. Tujuannya, untuk menguatkan koneksi serta koordinasi terkait usaha sarang burung walet,” tuturnya.

Baca juga: Cegah Virus Corona Masuk Sulawesi Tengah, Dinkes Sisir Bandara dan Pelabuhan

Sementara itu, staf ahli Kementan, Muh Idrus Hafied mengatakan pihaknya bertugas mempercepat program Kementan sesuai dengan amanat dari Menteri Pertanian.

Program prioritas ekspor peternakan Kementan adalah ekspor sarang burung walet, program pengembangan ayam unggas dan program pengembangan domba dan kambing.

Untuk program sarang burung walet lanjut dia, sangat menguntungkan karena memiliki banyak keunggulan, sangat mudah dikembangkan, tidak memakan banyak biaya dan pasar cukup besar nilai ekspor tinggi.

“Burung walet memiliki dua jenis prospek ekspor yaitu ekspor ke Cina yang merupakan konsumsi terbesar walet dan sudah memiliki LKH. Berikutnya, ekpor ke negara lain berupa Singapura, Malaysia, Hongkong, Vietnam,” jelasnya.

Ia menerangkan, Indonesia saat ini memiliki ekspor 70 ton ke China secara resmi. PT FKS ingin mengambil pasar ekspor ke China. Caranya bertahap dimulai nanti dengan kedatangan tim karantina sarang burung walet dari China. Tujuannya untuk survei ternak walet.

PT FKS dan Kementan akan membuat pasar baru dengan sistem untuk komoditi sarang burung walet. Hal itu juga untuk mengantisipasi banyaknya ijon di daerah lain.

“Syarat ekspor sarang burung walet ke China sangat ketat. Mesti memenuhi standar ISO. PT FKS akan membina untuk memenuhi ekspektasi pasar,” tutupnya.

Baca juga: Investor Jakarta Lirik Komoditi Sarang Burung Walet Parigi Moutong

Laporan Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.