Festival Sandeq Race, Masuk Event Kalender Wonderful Indonesia 2019

0
179
Festival Sandeq Race, Masuk Event Kalender Wonderful Indonesia 2019
Kadis Pariwisata Provinsi Sulbar, Farid wajdi (Foto: Aqil)

Mamuju, gemasulawesi.com Festival Sandeq Race atau lomba perahu sandeq Provinsi Sulawesi Barat, masuk dalam event kalender wonderful Indonesia Tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan, Kadis Pariwisata Provinsi Sulawesi barat, Farid Wajdi, di ruang kerjanya, Rabu 31 Juli 2019. Ia mengatakan, festival tersebut merupakan salah satu event pelestarian budaya bahari di Sulawesi Barat. Pelaksanaannya ditetapkan dari tanggal 6-16 Agustus 2019.

“Sandeq Race adalah lomba perahu tradisional suku Mandar yang ada di Sulawesi Barat, paling tercepat, terkeras dan jarak tempuh paling terjauh di dunia. Dengan hanya menggunakan layar dan mengandalkan angin sebagai penambah kecepatannya,” ujarnya.

Sandeq Race dilaksanakan secara marathon dengan rute lomba start dari Pantai Bahari Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Dan finish di Pantai Manakarra Kota Mamuju dengan melewati beberapa etape.

Dimana setiap etape diisi dengan lomba segitiga dan berbagai rangkaian kegiatan yang disebut sebagai Teras sandeq. Misalnya, festival atraksi seni budaya, dialog pariwisata, hiburan rakyat dan permainan tradisional Sulawesi Barat.

Terdapat 23 kapal Sandeq tercepat di seluruh wilayah bersama dengan 260 Passandeq (pelaut Sandeq) direncanakan berpartisipasi dalam lomba. Satu tim dari kapal Sandeq terdiri dari 13 kru pelaut. Tur akan dimulai pada 06 Agustus dengan lomba Segitiga Polewali Mandar dan diikuti oleh tahap pertama tahap Polewali Mandar-Majene pada hari berikutnya.

“Festival Sandeq Race dapat menjadi yang terfavorit Calender of Event Wonderful Indonesia 2019. Dan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Barat, baik lokal, domestik maupun mancanegara. Serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” jelasnya.

Dipuji sebagai kerajinan cadik tercanggih di dunia dan kerajinan tercepat di dunia. Perahu Sandeq adalah kerajinan tradisional yang digunakan selama berabad-abad oleh para nelayan Mandar, Polewali dan Mamuju yang tinggal di sepanjang pantai barat pulau Sulawesi.

Pembukaan lomba juga akan diwarnai dengan karnaval budaya, lomba lepa-lepa dan Sandeq keccu, dan pameran budaya Desa Sandeq.

Kegembiraan akan berlanjut hari-hari berikutnya di tahap ketiga Sendana-Deking dan tahap keempat dan terakhir dari Deking ke garis Finish di Pantai Manakarra, Mamuju.

“Di Kabupaten Majene, juga akan ada sejumlah pertunjukan seni dan budaya, pesta kuliner etnis Mandar, dan pemutaran film dokumenter,” tutupnya. ADV

Tinggalkan Balasan