Kecamatan Ampibabo Dinilai Rawan Konflik

0
161
Kecamatan Ampibabo Dinilai Rawan Konflik
Sekretaris Dirjen PDT kemendes PDT, Hasrul Edyar (Foto: Aqil)

Parimo, gemasulawesi.com– Dinilai wilayah berpotensi konflik, Kecamatan Ampibabo, dijadikan pusat perhelatan festival pranata adat budaya untuk perdamaian di Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng.

Ditemui gemasulawesi.com, usai menghadiri upacara HUT Kabupaten Parimo, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Parimo, Rabu, 10 April 2019.

Sekretaris Dirjen PDT Kemendes PDT, Hasrul Edyar, menuturkan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menguatkan persatuan dan kesatuan.

“Kegiatan ini dikemas dalam bentuk festival budaya di daerah yang berpotensi terjadi konflik antar daerah maupun warga dalam wilayah itu sendiri,” ujarnya.

Dia mengatakan,  kegiatan ini mampu memunculkan kekerabatan dan kerukunan antar masyarakat di daerah khususnya di Kecamatan Ampibabo.

Selain dapat memberikan banyak interaksi dan silaturahmi antar sesama kelompok, juga mengangkat motivasi warga agar berkreasi dan berinovasi dengan budaya di masing-masing etnis atau kelompoknya.

“Kegiatan seperti ini rencananya akan dilaksanakan kembali bersama beberapa kementrian, dalam rangka pembinaan kehidupan sosial masyarakat,” terangnya.

Rencananya, melibatkan Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia Kebudayaan, Kementerian Sosial, dan Kementrian Perlindungan Perempuan.

Dia menambahkan, Pemerintah pusat sangat berharap jika Kabupaten Parimo tahun ini dapat terentas dari persolan wilayah kategori tertinggal.

“Tapi setelah entaspun, masih ada tiga tahun kewajiban untuk melakukan pembinaan dan melakukan intervensi,” tegasnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dihelat selama tiga hari mulai dari 9-11 April 2019.

Baca Juga: Kemendes Cabut Status Tertinggal Enam Daerah di Sulteng, Termasuk Parimo

Laporan: Aqil Azizi

Tinggalkan Balasan