Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Fenomena Gelombang Panas, Lapisan Es Greendland Mencair Dua Kali Lipat

Fenomena Gelombang Panas, Lapisan Es Greendland Mencair Dua Kali Lipat
Foto: Illutrasi lapisan es mencair.

Gemasulawesi– Fenomena gelombang panas terjadi di beberapa wilayah termasuk Greendland. Akibatkan jumlah es mencair dua kali lipat dari rata-rata selama musim panas.

Dilansir dari AFP, Institut Meteorologi Denmark melaporkan suhu lebih dari 20 derajat Celcius (68 Fahrenheit), lebih dari dua kali suhu musim panas rata-rata normal terjadi, di Greenland utara.

Kejadian akibat fenomena gelombang panas hingga akibatkan pencairan terbesar lapisan es Greenland pernah terjadi pada musim panas 2019.

Baca juga: Suhu Udara Tercatat 37,8 Derajat Celsius, Ini Peringatan BMKG

Bandara Nerlerit Inaat di timur laut wilayah itu mencatat 23,4 derajat pada hari Kamis kemarin, akibat fenomena gelombang panas. Suhu itu merupakan rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Peristiwa gelombang panas terjadi di Greendland. Akibatnya lapisan es yang menutupi wilayah Arktik mencair secara besar-besaran.

Para peneliti Denmark menyampaikan telah terjadi peningkatan suhu hingga lebih dari 10 derajat celcius. Akibatnya sebesar 8 miliar ton es mencair sejak Rabu kemarin.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah

Gelombang panas picu kebakaran hutan

Terkait fenomena gelombang panas, Dinas Pemadam Kebakaran Yunani memadamkan 40 titik kebakaran hutan dalam 24 jam terakhir. Mereka menyatakan kebakaran dipicu cuaca terik dan embusan angin kencang.

Bahkan negara tetangga dan seteru Yunani, Turki, juga mengalami kebakaran hutan akibat cuaca terik hingga menewaskan empat orang.

Kepala Badan Meteorologi Yunani, Theodoros Kolydas, memperkirakan suhu pada siang hari akan terus meningkat.

Bahkan diprediksi bisa mencapai 44 derajat Celcius pada pekan depan. Mereka juga memperingatkan cuaca panas bisa memicu kebakaran hutan.

“Kami terus mencatat kenaikan suhu dalam beberapa tahun terakhir, dan hal itu berarti kami merasakan dampak perubahan iklim. Kami memperkirakan gelombang panas bakal terjadi lebih sering,” kata peneliti di Pusat Fisikan Atmosfer dan Klimatologi Akademi Athena, Stavros Solomos.

Bahkan menurut dia suhu di malam hari pada musim panas jarang berada di antara 25 sampai 30 derajat Celcius.

Pemerintah Yunani meminta seluruh penduduk untuk sementara tidak bepergian untuk menghindari gelombang panas mencapai suhu 40 derajat Celcius.

Dilansir Reuters, cuaca panas sangat dirasakan para penduduk di Ibu Kota Athena. Bahkan kuil Acropolis menjadi lokasi tujuan wisata terpaksa ditutup untuk sementara.

Lebih dari seribu orang meninggal pada gelombang panas yang terjadi di Yunani pada 1987 silam. Saat itu suhu panas bertahan hingga sepekan. (**)

Baca juga: FKUB Morut Keluarkan Pernyataan Sikap Terkait Pilkada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post