Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Fenomena Awan Lurus di Langit Pertanda Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena Awan Lurus di Langit Pertanda Gempa, Ini Penjelasan BMKG
Foto: Illustrasi Fenomena awan garis lurus di langit.

Gemasulawesi– Sebagian masyarakat menduga bahkan percaya fenomena awan lurus di langit dengan pertanda akan terjadi gempa. Hanya saja, dugaan itu masih sangat spekulatif.

Pasalnya, belum ada kajian ilmiah membuktikan kebenaran awan lurus di langit. Demikian pula belum terbukti secara empiris.

“Untuk itu kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu yang berkembang dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Sabtu 7 Agustus 2021.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Sulawesi Tengah Berpotensi Hujan Lebat

Fenomena alam ‘Langit Terbelah’ di Pacitan sempat viral di media sosial, Jumat 6 Agustus 2021 dan menjadi perbincangan di kalangan warganet.

Ia menyebut, ada dua dugaan terkait jenis fenomena awan lurus di langit berbentuk unik berbentuk lurus di Pacitan. Sebagaimana tayangan dalam salah satu akun Youtube dan sempat viral kemarin.

“Dugaan pertama, itu merupakan roll cloud atau awan gulung. Memang jenis awan tersebut termasuk langka,” tuturnya.

Baca juga: 185 UMKM Terdampak PPKM Dapat Bantuan Beras dari Pemkot Palu

Namun, fenomena awan lurus di langit beberapa kali terjadi di sejumlah tempat. Itu terjadi karena ada pertemuan dua masa udara dengan kelembaban atau kandungan uap air yang berbeda.

Dua hal yang mungkinkan kata dia. Dipengaruhi pertemuan angin regional dengan angin laut atau darat atau terbentuk pada garis front dua masa udara berbeda kandungan uap airnya.

Baca juga: Ini Jadwal Masa Sanggah Seleksi Administrasi CPNS 2021 Kemendikbudristek

Kemungkinan kedua fenomena awan

Adapun kemungkinan dugaan kedua, awan terbentuk contrail pesawat jet. Namun biasanya diameter jejaknya relatif kecil dengan garis awan lebih kuat dibanding latar langitnya.

Contrail kata dia, umurnya sangat pendek. Lazimnya hilang dalam hitungan menit dan bentuknya mirip awan cirrus.

Daryono memastikan awan membentang disebut membelah langit itu merupakan fenomena atmosferik biasa.

Ia menambahkan, itu pun bukan merupakan pertanda akan terjadi sesuatu luar biasa. Seperti halnya akan terjadi gempa besar atau bencana lainnya. (**)

Baca juga: Fenomena Belajar Daring, Menikah Dini hingga Frustasi di Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post