Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Faktor Musiman Jadi Penyumbang Kenaikan Inflasi Mei 2021

Must read

Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Mei 2021 terjadi inflasi bulanan senilai 0,32 persen. Penyebabnya faktor musiman yakni bulan Ramadan dan Idul Fitri.

“Inflasi year on year atau secara tahunan adalah 1,68 persen,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, Rabu 2 Juni 2021.

Data BPS menunjukkan jika angka ini dua kali lipat inflasi periode bulan sebelumnya yang hanya 0,13 persen. Kemudian inflasi inti tercatat 0,24 persen dan menyumbang andil ke inflasi umum sebesar 0,16 persen.

Secara tahunan inflasi inti juga naik ke 1,37 persen dibandingkan periode bulan lalu.

Menurut, kenaikan harga ini disumbang sekelompok harga diatur pemerintah 0,48 persen dan harga bergejolak alias volatile food sebesar 0,39 persen.

Baca juga: Bupati Alor Marah Bantuan PKH Disalurkan Melalui DPRD

“Ramadhan dan Lebaran, musiman memang di inflasi Mei ini dominan. Komoditas utama menyebabkan inflasi ini adalah bahan makanan notabene sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkait puasa maupun hari raya,” sebutnya,

Dia menjelaskan, naiknya angka inflasi Mei 2021 juga disebabkan kelompok transportasi angkutan udara, memiliki andil ke inflasi umum 0,04 persen, tarif antarkota dengan andil 0,02 persen, serta tarif kereta api 0,01 persen.

Baca juga: Verifikasi Validasi DTKS Parigi Moutong Dibawah 50 Persen

Baca juga: Mobil Truk Bermuatan Tabung Oksigen Masuk Jurang Kebun Kopi

Walaupun begitu, belum bisa menyimpulkan kenaikan inflasi Mei 2021 merupakan tanda, daya beli masyarakat sudah pulih.

Sebab, pendapatan masyarakat yang meningkat di bulan lalu, juga dipengaruhi faktor musiman, seperti Tunjangan Hari Raya (THR) maupun zakat dan sedekah.

Baca juga: Dishub Parigi Moutong Uji Petik Retribusi Parkir Pasar

Baca juga: Rehab Bendung dan Irigasi Gumbasa Tahap II Target Rampung 2023

Untuk mengetahui daya beli yang telah pulih seutuhnya atau hanya faktor musiman, perlu dibuktikan di bulan-bulan berikutnya.

“Apakah bulan-bulan ke depan akan terjadi inflasi tinggi lagi, ini perlu kita perhatikan lagi nanti. Ini nanti juga akan memperkuat apakah terjadi pemulihan atau tidak,” tutupnya. (***)

Baca juga: Jadwal Rekrutmen CPNS dan PPPK 2021 Berubah

Baca juga: Parigi Moutong Jadwalkan Ujian Semester Tatap Muka

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article