Faktor Kehamilan Remaja Tingkatkan Resiko Kematian Bayi

waktu baca 2 menit
Pertemuan Orientasi Konselor sebaya pada pelaksanaan posyandu remaja Dinkes.

Parigi Moutong, gemasulawesi.com Faktor kehamilan pada remaja ternyata dapat meningkatkan resiko kematian bayi atau Balita (Bayi lima tahun).

“Remaja belum memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dr. Revi JN Tilaar saat pembukaan kegiatan pertemuan orientasi konselor sebaya pada pelaksanaan posyandu remaja, di Hotel Lidya, Minggu 1 Maret 2020.

Ia melanjutkan, masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri sendiri ataupun lingkungan. Sehingga, remaja dapat berakhir pada berbagai masalah kesehatan yang begitu kompleks sebagai akibat dari perilaku beresiko yang mereka lakukan.

Selain dapat meningkatkan resiko kematian bayi, kehamilan pada remaja juga berpengaruh pada kondisi fisik, mental dan sosial remaja.

Kehamilan pada remaja kata dia, adalah salah satu perilaku yang dapat memberikan dampak luas pada Penyakit Menular Seksual (PMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan berujung kasus aborsi.

“Remaja membutuhkan tempat yang dapat diakses dengan mudah. Untuk menyelesaikan dan mendiskusikan masalah kesehatannya,” jelasnya.

Adanya konselor sebaya dan pembentukan Posyandu Remaja diharapkan menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah.

Kemudian, Konselor juga dapat membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR. Terutama bagi remaja daerah yang memeliki keterbatasan akses.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, dapat menjadi contoh untuk teman-temannya. Sehingga setiap anak memiliki kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat demi terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Tim Fasilitator Kesehatan Remaja Provinsi Sulawesi Tengah Fadilla muchtar mengatakan, diharapkan seluruh Puskesmas dapat melaksanakan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Tujuannya, sebagai rujukan dari permasalahan remaja yang ada di Posyandu Remaja dan UKS.

Puskesmas PKPR kata dia, menyelenggarakan kesehatan remaja dengan memenuhi tiga kriteria. Kriterianya antara lain memiliki tenaga kesehatan terlatih dan terorientasi PKPR, memiliki pedoman PKPR dan melakukan pelayanan konseling pada remaja.

“PKPR dapat dilaksanakan di dalam gedung dan di luar gedung,” tutupnya.

Baca juga: Belasan Kuda Uji Coba Lintasan Pacu Baliara Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.