Faktor Keamanan Kerja Penyebab Rendahnya Laporan Pelecehan

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi pelecehan perempuan.

Berita nasional, gemasulawesi– Keamanan kerja dan sumber pendapatan, menjadi salah satu penyebab rendahnya laporan pelecehan atau kekerasan di tempat kerja korban atau saksi.

“Rendahnya laporan itu, berkaitan dengan asal tempat kerjanya,” ungkap Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Ratna Susianawati.  dalam Webinar Stop Kekerasan di Dunia Kerja, dikutip dari siaran pers, Kamis 1 Juli 2021.

Ketergantungan itu membuat korban dan saksi menjadi enggan bahkan takut membuat laporan pelecehan dialaminya.

Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada 2020 menunjukkan, terdapat 173 korban dari laporan pelecehan di tempat kerja.

Rendahnya laporan pelecehan itu pun membuat Kementerian PPPA mendorong komitmen pengesahan Konvensi International Labour Organization (ILO) 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Proses adopsi perjanjian internasional Konvensi ILO 190 dapat menjadi salah satu upaya preventif untuk mencegah serta menangani permasalahan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Pasalnya, konvensi tersebut dapat memberikan kerangka aksi yang jelas bagi masa depan perempuan di dunia kerja.

Terutama agar mereka menjadi lebih baik, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, serta diskriminasi di tempat kerja.

Baca juga: Bapenda Akan Evaluasi Persoalan Karcis Retribusi Pasar Parigi Moutong

“Konvensi ILO 190 dapat memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja baik itu di sektor formal maupun informal, seperti asisten rumah tangga. Bahkan, melindungi pekerja ketika dalam perjalanan berangkat maupun pulang bekerja,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pengesahan Konvensi ILO 190 mengingat pada masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak pekerja yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Pasalnya Konvensi ILO 190 mengatur tentang kekerasan dan pelecehan terhadap pekerja secara online.

Pada masa pandemi covid 19 ini, hal itu pun banyak terjadi menimpa para pekerja perempuan.

“Upaya bersama ini yang terus kita lakukan untuk bisa memastikan pemenuhan hak perlindungan pekerja perempuan dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan,” tutupnya. (***)

Baca juga: Disperindag Parigi Moutong Sebut Ada Desa Kelola Retribusi Pasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.