Faktor Iklim, 2026 PLN Ganti PLTU Batubara Jadi EBT

Faktor Iklim, 2026 PLN Ganti PLTU Batubara Jadi EBT
Foto: PLTU Batubara
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Faktor iklim kian mengerikan saat ini, 2026 mendatang PLN ganti PLTU batubara jadi Energi Baru Terbarukan (EBT).  

“Niatan ini merupakan tahap awal sudah terekam dalam peta jalan menuju carbon neutral hingga tahun 2060,” ungkap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Rabu 14 Juli 2021.

PLN ganti PLTU batubara menjadi satu-satunya cara mengurangi emisi karbon menjadi low carbon economy. Upaya pensiun pembangkit fosil dimulai tahap awal tahun 2026 hingga 2030 sebesar 1 GW.

Baca juga: Positif Covid-19, Istri Walikota Palu Dirawat di Jakarta

Tercatat, masih ada energi fossil merupakan peluncuran proyek 35 GW sebesar 21 GW, mengingat proyek dirancang pada tahun 2015 dan beroperasi sampai PPA (Power Purchase Agreement) berakhir.

PLN ganti PLTU batubara, tahun 2026 mulai memensiunkan pembangkit-pembangkit tua sub-kritikal. Kemudian tahap kedua dilaksanakan pada tahun 2035.

Rencananya, PLTU batubara sebesar 50,1 GW bakal pensiun bertahap hingga tahun 2056.

“Kita punya ruang untuk menetapkan kembali bagaimana pembangkit EBT akan mulai masuk dengan tetap menjaga pembangkit diperlukan sebagai sistem untuk penyeimbang dengan intermitten renewable energi,” ujarnya.

Baca juga: 346 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

PLN ganti PLTU batubara, lalu 2040 PLN mulai pensiunkan pembangkit listrik super kritikal. Pada tahun 2055 berlanjut menuju tahap akhir penghentian PLTU Batubara super kritikal sebesar 5 GW.

Bukan hanya PLN ganti PLTU batubara itu, pihaknya menegaskan tidak ada kontrak baru untuk pembangunan PLTU Batubara mulai tahun depan. PLN hanya menjalankan kontrak dan PPA telah ditandatangani.

“Selanjutnya pada tahun 2045 porsi EBT sudah mendominasi total pembangkit. Pada dekade berikutnya, seluruh pembangkit listrik di Indonesia (akan) berasal dari EBT,” tuturnya.

Baca juga: Disdikbud Parimo Ancam Ganti Kepsek Lambat Lapor Dana Bos

Pembangkit Energi Baru Terbarukan

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini memastikan perseroan akan fokus membangun pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) setelah proyek 35 ribu Megawatt (MW) rampung.

Saat ini, sekitar 95 persen megaproyek telah selesai dari sisi kontrak sementara 4 persen lainnya masih dalam tahap perencanaan.

Listrik EBT masih mendapatkan porsi sangat kecil dalam megaproyek 35 ribu MW yang diluncurkan sejak 2015.

Bahkan, porsinya kurang dari 10 persen dari total kapasitas pembangkit baru akan dibangun. Padahal, Indonesia punya target bauran EBT 23 persen pada 2030 dan net zero emission pada 2050. (***)

Baca juga: Gubernur Sulteng Positif Covid-19, Pemerintahan Berjalan Virtual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post