Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Fadli Zon Geram Garuda dan PLN Utang Menggunung

Utang Garuda Capai Rp 70 Triliun dan PLN Rp 500 Triliun

Must read

Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesiAnggota DPR-RI Fadli Zon mengaku geram dengan Garuda dan PLN miliki utang menggunung hingga terancam bangkrut.

“Utang Garuda mencapai Rp 70 Triliun dan PLN Rp 500 Triliun,” ungkapnya melalui pesan tertulis di Jakarta, Kamis 10 Juni 2021.

Ia mengatakan, saat ini tercatat utang Garuda meningkat sekitar Rp 1 triliun setiap bulannya. Jika Garuda terus menunda pembayaran kepada pemasok atau lessor.

Selain utang menggunung, Garuda juga terlilit kerugian yang cukup besar. Saat ini, operational cost Garuda tiap bulan mencapai USD 150 juta.

“Pendapatan Garuda hanya tinggal USD 50 juta. Artinya, tiap bulan perusahaan pelat merah ini merugi sekitar USD 100 juta,” jelasnya.

Selain Garuda, Fadli Zon juga menyikapi permasalahan keuangan dari PT PLN (Persero). Ia merasa heran PLN bisa mempunyai utang mencapai Rp 500 triliun.

Ia menyebut, enam tahun lalu utang PLN hanya di bawah Rp 20 triliun. Namun, hanya dalam satu periode kekuasaan, meroket menjadi Rp 500 triliun.

Fadli Zon mengakui permasalahan keuangan kedua perusahaan itu juga terimbas pandemi covid 19.

“Pandemi tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan atas menggunungnya utang perusahaan milik negara itu,” tegasnya.

Baca juga: DKP dan Untad Gali Potensi Sidat di Parigi Moutong

Lainnya Merugi, Lima BUMN Malah Sumbang Deviden

Sebanyak lima BUMN berkontribusi dengan memberikan sumbangan dividen kepada negara sebesar Rp 90,6 persen di tahun 2020.

“Secara total, pemerintah mendapatkan setoran dividen sebesar Rp 45 triliun dari BUMN pada 2020,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR, Kamis 10 Juni 2021.

Lima BUMN tersebut yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan kontribusi sebesar 26,4 persen dari total dividen BUMN. Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 22,2 persen.

Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) dengan kontribusi 19,1 persen. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kontribusi 17,8 persen. Serta, PT BNI (Persero) Tbk dengan kontribusi 5,2 persen.

Namun, sumbangan dividen BUMN pada 2020 lalu mengalami penurunan dari tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp 51 Triliun. Hal ini tidak lepas dari dampak pandemi covid-19 yang menekan kinerja perusahaan pelat merah itu. (**)

Baca juga: Kasus PT Garuda Indonesia, KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article