Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Enrique Maluku dari Indonesia adalah Pengeliling Bumi Pertama

Enrique Maluku dari Indonesia adalah Pengeliling Bumi Pertama
Foto: Illustrasi. Enrique Maluku dari Indonesia adalah Pengeliling Bumi Pertama.

Gemasulawesi– Pengeliling bumi pertama adalah orang Indonesia bernama Enrique Maluku, bukan Fernando de Magelhaens, penjelajah Portugis seperti diyakini banyak orang selama ini.

Maluku-lah yang pertama mengelilingi bumi. Dan Maluku, sesuai namanya, berasal dari Maluku, salah satu provinsi di Indonesia

Demikian Helmy Yahya dan Reinhard R. Tawas, dalam website seminar (webinar) Obrolan Hati Pena #4, yang membahas buku “Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia: Enrique Maluku” (2014).

Baca juga: BPBD Banggai Ingatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Helmy dan Reinhard adalah penulis buku itu.

Webinar itu berlangsung di Jakarta, Minggu, 12 September 2021.

Ikut memberi tanggapan, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA.

Webinar itu dipandu Elza Peldi Taher dan Swary Utami Dewi.

Helmy dan Reinhard menyatakan, Magelhaens selama ini diyakini banyak orang sebagai orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia.

Ia juga dianggap sebagai orang Eropa pertama yang melayari Samudera Pasifik, serta orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi dunia.

Tapi, kata Helmy dan Reinhard, fakta sebenarnya adalah tidak sesuai dengan yang diyakini selama ini.

Baca juga: BMKG 15 Juli 2021: Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tengah

Keyakinan Helmy dan Reinhard bahwa pengeliling bumi pertama adalah Enrique Maluku didasarkan pada catatan sejarah.

Maluku ikut dalam pelayaran Magelhaens, yang waktu itu melayani Kerajaan Spanyol.

Baca juga: 13 Kali Gempa di Maluku Tengah, BMKG: Segera Jauhi Pantai

Namun Magelhaens meninggal di tengah perjalanan di Filipina, sehingga dia tidak tuntas mengelilingi bumi.

Sisa armada kapalnya beserta 18 awak kapal akhirnya selamat kembali ke Spanyol. Dari wawancara terhadap 18 awak kapal inilah muncul nama Enrique Maluku.

Baca juga: Buka Pasar Avosale, Walikota Palu Janji Buat Koperasi

Sumber rujukan penulisan buku itu adalah catatan perjalanan tim ekspedisi Magelhaens yang ditulis Antonio Pigafetta, yang tersimpan di Universitas Yale, AS.

Selain itu, juga laporan yang ditulis Maximimillanus Transylvanus, yang mewawancarai sisa awak kapal ekspedisi Magelhaens yang kembali ke Spanyol. (****)

Baca juga: KONI: Atlet Terbaik Banyak Lahir dari Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post