Dugaan Pemerkosaan Siswi SMK, Polres Touna Lamban Tangani Kasus

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Dugaan pemerkosaan dan pelecehan yang dilakukan oknum pejabat di Pengadilan Agama (PA) Ampana terhadap salah satu siswi SMK Ampana peserta praktek kerja lapangan (PKL), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) menilai Polres Touna Lamban dalam menangani kasus tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ketua PC PMII Kabupaten Touna, Wahyu Nur Alamsyah, dalam siaran persnya di Ampana, Rabu 29 Juni 2022.

“Posisi tegas kami, kami berharap polisi segera mengungkap kasus dugaan kasus pemerkosaan siswi smk ini, karena kasus ini terbilang sangat lamban dalam penanganannya, setelah dilaporkan tiga bulan lalu oleh keluarga korban,” kata Wahyu.

Ia meminta jika kasus ini tidak segera diungkap Polres Touna, sebaiknya dilimpahkan ke Polda dan pihaknya sebagai organisasi, PMII bersedia mengawal kasus ini ke Polda.

Baca: 8 Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di Indonesia Yuk Disimak!

Ia menjelaskan, polisi sepertinya lamban menangani kasus ini. Apakah karena korbannya dari kepulauan? Kita lihat kasus kemarin, seperti kasus pembunuhan pelajar yang perkembangannya juga lambat dalam penanganannya.

Wahyu berharap polisi Touna serius menangani kasus ini, yang notabene melibatkan pejabat dari Pengadilan Agama Ampana dan telah merusak masa depan para korban di bawah umur.

“UU Perlindungan Perempuan dan Anak menjamin itu. Ketika seseorang melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, ancaman hukumannya tidak main-main,” katanya.

Terkait kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual, PMII bersama sejumlah elemen mahasiswa dan elemen pemuda lainnya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Kabupaten Touna (AMARA), melakukan aksi solidaritas dengan menuntut penyelidikan menyeluruh. atas kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap salah satu peserta PKL di PA Ampana yang dilaporkan tiga bulan lalu. (*/Ikh)

Baca: Ratusan Buruh Migran Indonesia Meninggal Dunia di Penjara Malaysia

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.