Dugaan Jual Tanah ke WNA, Kades Gio Barat Didesak Mundur

0
527
Dugaan Jual Tanah ke WNA, Kades Gio Barat Didesak Mundur
Pertemuan Perwakilan Warga Gio Barat Dengan Tim Investigasi DPRD Parimo (Foto: Astika)

Parimo, gemasulawesi.com Dugaan jual tanah kepada Warga Negara Asing (WNA), Kepala desa (Kades) Gio Barat didesak mundur Forum Masyarakat Pemuda Peduli Desa (FMP2D) Gio Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Pantauan gemasulawesi.com dari konsolidasi FMP2D dengan elemen pemerintah dan Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parigi Moutong. Tujuannya, untuk menginvestigasi keluhan dugaan jual tanah masyarakat di Desa Gio Barat, Rabu 10 Juli 2019.

“Diketahui, lahan yang dijual untuk lahan tambang emas. Diduga, ada pemalsuan SKPT yang dilakukan Pemdes yang bekerja sama dengan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Sugiharjo, Ketua FMP2D Gio Barat.

Ia melanjutkan, dengan dihadirkannya Anleg DPRD Parimo sebagai Tim investigasi adanya keluhan warga Desa Gio Barat. Terkait ketidaktranparansinya Pemdes sebagai pengelolaan pemerintahan desa dan anggaran Dana Desa.

Pemerintah Kecamatan dan Polsek Moutong, beserta lebih dari seratus masyarakat yang tergabung dalam masyarakat peduli desa, hadir untuk menyampaikan berdialog dan tampung keluhan.

Selama dua tahun terakhir, dibentuk dialog antara masyarakat dan tim investigasi untuk mengumpulkan informasi dan beserta bukti serta realisasi yang selama ini belum terlaksana dengan dengan baik.

“Selama ini masyarakat sudah mengeluh. Sehingga mesti menghadirkan tim investigasi kabupaten untuk memediasi persoalan yang terjadi di Desa Gio Barat,” jelasnya.

Kades Gio Barat Ahmad Sabrun kata dia, selama ini telah membohongi publik dengan menggunakan dana desa tidak sesuai POS yang dianggarkan. Kades Ahmad Sabrun sudah menyalahi aturan yang ditetapkan.

Warga berharap tim investigasi agar segera menindak lanjuti persoalan yang terjadi di Desa Gio Barat. Persoalan tidak transparansinya pengunaan dana desa.

“Kami mohon ketegasan Tim Investigasi untuk menyelidiki sesuai fakta dan kronolis yang terjadi diapangan. Agar kasus ini segera berlanjut hingga kami selaku masyarakat puas terhadap kejelasan DD,” tegasnya.

Namun, sangat disayangkan Kades Ahmad Sabrun tidak hadir saat kegiatan berlangsung. Karena dalam waktu bersamaan sedang dalam pemeriksaan Tim Inspektorat di Kantor Kecamatan Moutong.

Tim Investigasi DPRD Parimo Tampung Bukti Sebagai Acuan

Tim Investigasi terdiri dari Arifin Dg Palalo Fraksi Gerindra, Sutoyo Fraksi Nasdem, Sartin Dauda SE, Fraksi Hanura, dan Sukiman Tahir Fraksi PKB. Tim akan menampung keluhan beserta barang bukti sebagai acuan rapat DPRD Parimo lanjutan.

Sutoyo sebagai moderator Tim Investigasi menyampaikan akan mengundang Pemerintah Kecamatan, BPD Desa Gio Barat, Inspektorat, Bawasda dan FMP2D untuk menindaklanjuti persoalan warga.

“Jika benar dan hasil kesepakatan rapat terbukti bermasalah, maka pihaknya akan segera membuat surat rekomendasi ke Kejaksaan untuk ditindaklanjuti secara hokum,” ungkap Sutoyo.

Arifin Dg Palalo anggota tim dari DPRD Parimo, berharap setelah kejadian tidak ada kegiatan yang bersifat kekerasan atau melakukan penyegelan kantor desa.

Akhir pertemuan, Sugiarjo menyatakan sikap tidak lagi menyetujui Kades memimpin dan harus mundur dari jabatanya. Jika tidak dilakukan, maka masyarakat akan memaksa untuk mundur.

Laporan: Astika

Tinggalkan Balasan