Forkopincam Selamatkan Dua Warga Sambiut Dipasung Keluarga

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Warga Dipasung.

Berita banggai, gemasulawesi– Pemerintah Kecamatan Totikum, Banggai, Sulteng, selamatkan dua warga Sambiut dipasung keluarga selama 20 tahun lamanya.

“Saya berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait tentang upaya penanggulangan bagi orang dengan gangguan jiwa, khususnya dua warga Sambiut dipasung,” ungkap Camat Totikum, Iwan Mayang, menyikapi temuan pemasungan dua warga di Desa Sambiut, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, diusahakan upaya untuk kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa. Pasalnya, jika dibiarkan dua warga Sambiut dipasung, bisa melanggar hak asasi manusia.

Sementara itu, Serma Ferry selaku Babinsa Desa Sambiut yang mendampingi Pemerintah Kecamatan Totikum, mengaku sangat prihatin dengan warga yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan.  Apalagi dua warga Sambiut dipasung.

“Saya tidak mengharapkan ada warga binaan yang mengalami penyiksaan atau dipasung. Hal itu dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain,” tegasnya.

Baca juga: Polisi Pulangkan Jenazah ABK Kapal Fu Yuan Yu Asal Donggala

Ia berharap dinas terkait harus peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa.

Diketahui, Camat Totikum Irwan Mayang, Kapolsek Totikum Ipda Dicky beserta Babinsa/Danpos Koranmil 1308-10 Totikum Serma J. Ferry, mengetahui warga dipasung berawal dari informasi warga.

Mereka prihatin melihat dua warga Sambiut dipasung, Thobias Lepong alias Obi (53) dan Nhoberta Lepong alias Nobe (50). Keduanya telah puluhan tahun dipasung keluarganya karena mengalami gangguan jiwa.

Alaysia (78), ibu dari kedua orang yang dipasung itu, mengakui kalau kedua anaknya sudah dipasung sejak tahun 2000.

Baca juga: Sempat Hilang Saat Melaut, Nelayan Parigi Moutong

“Obi mulai menderita gangguan jiwa ketika kembali ke kampung halamannya di Desa Sambiut. Ia baru pulang dari Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara sekitar tahun 2000,” tutur Alaysia.

Di Kota Manado, Obi sebenarnya kuliah. Namun berhenti kuliah dan pulang kampung.

Saat itulah Obi depresi, sehingga mengalami gangguan jiwa. Obi kemudian dimasukkan ke Rumah Sakit Madani Palu, yang saat itu bernama Rumah Sakit Jiwa Mamboro.

Obi hanya sekitar 6 bulan berada di RSJ Mamboro. RSJ Mamboro kemudian mengantar pulang putra kami ke Desa Sambiut.

Baca juga: Sembuh, Dua Pasien Positif Corona Kota Palu Resmi Pulang

“Menurut rumah sakit, Obi yang minta pulang,” sebut Alaysia.

Tidak lama berselang, Obi kembali melalukan tindakan kekerasan kepada keluarga, serta orang-orang yang melintas di depan rumahnya.

Saat ini, dua warga Sambiut dipasung yang diselamatkan Forkopincam dari pemasungan itu, masih menunggu tindaklanjut dari pihak pemerintah setempat.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.