2Banner GIF 2021

Dua Sekolah di Parigi Alami Kendala Pelaksanaan PTM Terbatas

Dua Sekolah di Parigi Alami Kendala Pelaksanaan PTM Terbatas
Foto: Illustrasi. Dua Sekolah di Parigi Alami Kendala Pelaksanaan PTM Terbatas.

Gemasulawesi Dua Satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Parigi, Parigi Moutong, mengalami kendala dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas.

Kendala pelaksanaan PTM terbatas itu, mulai dari waktu belajar peserta didik singkat, hingga penjadwalan mata pelajaran yang tumpang tindih.

“Untuk saat ini penjadwalan siswa masuk ke sekolah itu dibagi menjadi dua hari per kelas. Kelas VII masuk Senin-Selasa, kelas VIII masuk Rabu-Kamis, dan kelas IX masuk Jum’at-Sabtu,” ungkap Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Parigi, Iqbal Abd Aziz Maro, saat ditemui, Kamis 21 Oktober 2021.

Baca juga: Status Zona Merah, Parigi Moutong Tunda PTM Terbatas

Dia menyebutkan, yang menjadi hambatan PTM terbatas di SMP Negeri 1 Parigi, yaitu penjadwalan mata pelajaran.

Dalam penjadwalan itu, terjadi tumpang tindih antara mata pelajaran satu dengan lainnya. Sehingga, jadwal guru saat mengajar saling bertabrakan.

“Karena ada beberapa siswa ingin jadwalnya di ubah di hari lain, ini menjadi pekerjaan berat bagi kami,” ujarnya.

Selain melakukan PTM terbatas, pihaknya juga masih tetap mengadakan pembelajaran secara daring, agar semua materi tersampaikan secara keseluruhan. Sebab, waktu pembelajaran di kelas sangat terbatas.  

Dia berharap, agar pandemi covid19 saat ini cepat berakhir, agar PTM bisa normal dan berjalan lancar seperti sebelumnya.

Kemudian, terkait soal izin orangtua pada pelaksanaan PTM terbatas, baru mencapai sekitar 89 persen dari jumlah peserta didik. Sementara sisanya menempuh PTM dengan daring.

“Kami juga sudah dikunjungi Satgas Penanganan covid19 dan menyerahkan bantuan Proskes berupa masker, sabun dan handsanitizer,” tuturnya.

Menurut dia, rencana kedepannya akan diusulkan lagi mengenai penjadwalan PTM terbatas menjadi tiga hari per kelas.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Parigi, Nasrin mengatakan, PTM terbatas disekolah mereka dilakukan selama enam hari, dengan durasi selama 30 menit, sesuai keputusan Mendikbud, Riset dan Teknologi, yaitu pertemuan empat jam perhari.

“Kami dari pihak sekolah menyederhanakan jam PTM terbatas sampai 11.30 WITA saja,” sebutnya.

Menurut dia, alasan di sederhanakan jam sekolah, yaitu adanya aturan tidak diperbolehkan penjual jajanan do lingkungan sekolah. Selain itu juga, mengenai penjadwalan PTM terbatas dibagi per jenjang.

“Kelas IX masuk hari Senin, kelas VIII masuk hari selasa, kelas VII masuk hari Rabu, begitu seterusnya sampai hari Sabtu, dan setiap kelas terjadwal menjadi dua hari per minggu,” terangnya.

Ia menambahkan, ia mengharuskan 50 persen dari jumlah peserta didik untuk pembatasan dalam ruang kelas.

Bahkan, pihak sekolah menganjurkan adanya rekam jejak perjalanan ke luar daerah agar pulang nantinya peserta didik ataupun guru wajib menlaksanakan karantina mandiri.

Laporan: Yunus/Fia

Baca juga: PTM Terbatas di Parigi Moutong Dimulai Awal Oktober

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post