Polisi Amankan Dua Pemuda Bawa Sajam di Banggai

Polisi Amankan Dua Pemuda Bawa Sajam di Banggai
Foto: Polisi Amankan Pemuda Bawa Sajam di Jembatan, Banggai.
Jangan Lupa Share

Berita banggai, gemasulawesi– Personil Polsek Batui amankan dua pemuda bawa Sajam di Batui, Banggai, Sulawesi Tengah.

“Sejumlah pemuda awalnya sedang nongkrong bareng di jembatan, Desa Gori-Gori, Batui Selatan, Banggai. Lalu mereka lari berhamburan setelah melihat patroli polisi mendatangi lokasi itu, Sabtu malam 13 Februari 2021,” ungkap Kapolsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, Iptu IK. Yoga Widata, Minggu 14 Februari 2021.

Ia mengatakan, tertinggal dua pemuda yang belum sempat melarikan diri. Pihaknya melihat keduanya terlihat sangat ketakutan.

Personil Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, melakukan penggeledahan dan mendapati dua pemuda bawa sajam. Salah satunya ditemukan sebilah badik ditubuh pemuda berinisial MA (18).

Baca juga: Polsek Batui Bubarkan Acara Pernikahan Langgar Pembatasan

“Anggota juga menemukan dua bilah badik di bawah jembatan,” terangnya.

Petugas Polsek Batui menduga badik yang ditemukan di bawah jembatan itu adalah milik sejumlah remaja yang telah melarikan diri saat melihat mobil patroli.

Ia mengatakan, kedua pemuda bawa Sajam langsung diamankan ke Mapolsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, bersama tiga bilah badik dan tiga unit sepeda motor guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Keterangan kedua pemuda itu, sajam dibawa untuk melindungi diri. Namun, apapun alasannya, tidak dibenarkan membawa sajam tanpa izin,” jelasnya.

Karena membawa senjata tajam tanpa izin kata dia, dua pemuda bawa sajam di Batui dapat dijerat UU Darurat No. 12/1951.

Diketahui, ketentuan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 berbunyi, barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Berikutnya, dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib.

Ia menambahkan, Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, mengimbau agar para orang tua mengawasi pergaulan anak-anaknya, khususnya dua pemuda bawa Sajam. Ketika berada di luar rumah guna mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemuda Sigi Kasus Penggelapan Mobil

Laporan: Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post