Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Dua Pelaku Penganiayaan Pemuda di Jawa Timur Masih Dibawah Umur

Dua Pelaku Penganiayaan Pemuda di Jawa Timur Masih Dibawah Umur
Foto: Illustrasi perguruan pencak silat.

Gemasulawesi– Empat pelaku ditetapkan polisi sebagai pelaku penganiayaan di Jawa Timur, menyebabkan pemuda tewas. Dua diantaranya masih dibawah umur.

Korbannya pemuda berinisal LF (23) warga Desa Soboronto Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur.

“Keempat pelaku adalah pelatih silat korban. Pada saat latihan, korban menerima pukulan pada bagian dada dan tidak sadarkan diri,” terang Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Christian Kosasih, di Jawa Timur, Kamis 30 Juli 2021.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Remaja Pelaku Aniaya dan Perusakan di Banggai

Penetapan empat pelaku penganiayaan di Jawa Timur sebagai tersangka usai melakukan pendalaman penyelidikan.

Akibat perbuatannya itu para pelaku penganiayaan di Jawa Timur dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Dua pelaku penganiayaan di Jawa Timur masih dibawa umur dikenakan wajib lapor setiap hari. Sementara, dua tersangka dewasa ditahan.

“Kejadian berawal saat korban mengikuti latihan bersama dengan enam orang siswa pesilat, dengan dibimbing empat orang pelatih,” jelasnya.

Dalam latihan di perguruan silat itu, korban diduga mendapatkan penganiayaan fisik, berupa pukulan hingga tendangan di bagian dada.

Setelah mendapat pukulan dan tendangan itu, korban langsung jatuh hingga tak sadarkan diri.

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas

Mengetahui hal itu, empat orang pelatihnya kemudian mengevakuasinya ke Puskesmas agar mendapatkan perawatan medis.

Namun nahasnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Mendapat laporan itu, polisi kemudian melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Hasilnya, ditemukan luka memar di bagian dada akibat benturan benda keras.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada seorang pelajar putra berinisial DW (17) tewas usai ditendang berinisial OS saat latihan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kamis 20 Mei 2021, di Urungpigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Saat latihan, pelaku menyuruh korban dan rekan-rekannya berdiri dengan memasang kaki kuda-kuda.

Setelah berdiri dengan kaki kuda-kuda, pelaku langsung menendang dada korban hingga jatuh tidak sadarkan diri.

“Kemudian pelaku langsung menelpon keluarga korban. Ketika keluarga korban datang ke lokasi, korban langsung membawa korban ke RSUD Dr TC Hillers Maumere hingga korban dinyatakan meninggal dunia,” sebut Kasubag Humas Polres Sikka Iptu Margono, Jumat 21 Mei 2021.

Pelakunya merupakan senior di perguruan silat itu. (***)

Baca juga: P2TP2A Parimo Kawal Kasus Penganiayaan Anak Libatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post