Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pengaturan Cukai Bintan

Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pengaturan Cukai Bintan
Foto: Konfrensi Pers KPK terkait kasus cukai di Bintan.

Gemasulawesi– Dua orang menjadi tersangka dugaan kasus pengaturan cukai Bintan, dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018.

“Tersangkanya Bupati Bintan Apri Sujadi dan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan, MSU,” ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis 12 Agustus 2021.

Untuk kepentingan penyidikan kasus pengaturan cukai Bintan, dilakukan upaya paksa penahanan dan masing-masing tersangka ditahan selama 20 hari ke depan terhitung dari 20 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2021.

Baca juga: Sistem Layer Cukai Tembakau Hambat Penurunan Jumlah Perokok

Apri Sujadi kata dia, akan ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan MSU ditahan di Rutan KPK C1.

Dan sebagai antisipasi penyebaran covid19, kedua tersangka diiisolasi di Rutan KPK Kavling A1.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan kasus pengaturan cukai Bintan itu sudah masuk tahap penyidikan. Namun, belum ada penjelasan secara lengkap dugaan korupsi itu.

Dia mengatakan pimpinan KPK saat ini membuat kebijakan untuk mengumumkan tersangka bersamaan dengan penangkapan atau penahanan.

“Sebagaimana telah kami sampaikan, kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka,” ucap Ali.

baca juga: Petinggi Bea Cukai Diduga Gelapkan Emas Puluhan Triliun

KPK usut cukai rokok dan minuman beralkohol

Selain KPK mengusut soal cukai rokok dalam perkara dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Bintan. KPK juga turut menelisik perihal cukai minuman beralkohol.

Karyoto mengatakan, KPK memang mengusut berbagai tempat terkait dugaan kasus pengaturan cukai Bintan di Bintan. Namun, Karyoto enggan menjelaskan lebih lanjut bidang lain yang tengah diusut.

KPK sebelumnya memeriksa dua saksi berstatus swasta, yakni Dwi Hariwibowo dan Yanny Eka Putra, Senin 15 Maret 2021 lalu. Keduanya didalami pengetahuannya terkait pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan.

“Para saksi didalami pengetahuannya terkait teknis bagaimana pengurusan kuota rokok di Kabupaten Bintan,” kata Ali.

KPK juga telah menggeledah sejumlah tempat terkait dengan dugaan perkara korupsi ini. Salah satu tempat digeledah adalah kantor Bupati Bintan Apri Sujadi.

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen diduga terkait dengan kasus itu. (**)

Baca juga: Khawatir Petani Merugi, APTI Tolak Revisi Aturan Rokok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post