Dua Mahasiswa Asal Kendari Ditangkap Edarkan Sabu 5,2 Kg

waktu baca 3 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Hukum, gemasulawesi – Dua mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Kendari berhasil ditangkap Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara yang diduga pengedar 5,2 Kg narkotika jenis sabu lintas provinsi.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Brigjen Waris Agono mengatakan kedua tersangka berinisial GS 20 tahun dan FJ 21 tahun, merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Kendari.

Keduanya ditangkap sekitar pukul 23.43 WITA pada 1 Agustus 2022 oleh penyidik di Balaikota IV Desa Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

“Kedua tersangka adalah kurir, pengedar dan jaringan pengedar narkoba di Kendari. Ini bagian dari jaringan antar provinsi,” ucap Waris saat merilis pengungkapan kasus tersebut di Markas Polda Sulawesi Tenggara, Jumat 05 Agustus 2022.

Ia mengatakan, sejak penangkapan kedua pengedar narkoba itu, Direktorat Penyidikan Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Ditresnarkoba) telah menyita barang bukti sabu seberat 5,2 kilogram yang diperkirakan senilai Rp 7,5 miliar.

Barang bukti tambahan juga ditemukan berupa 16 butir butir ekstasi dan satu sachet berisi dugaan ganja seberat sekitar satu gram.

“Barang ini (sabu) sebenarnya berasal dari Provinsi Jawa Timur, kemudian dibawa ke Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara dan diedarkan. Menurut informasi masyarakat, anggota Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara membututi dan berhasil mengungkapnya,” kata Waris.

Dari kasus itu, lanjutnya, Polda Sulawesi Tenggara menyita barang bukti lainnya, antara lain satu ponsel iPhone 13, iPhone 13 mini, tas, dua bungkus obat tetes mata, satu kantong plastik bening, satu sendok plastik, satu buku catatan, dan satu alat hisap. Menurut Waris, hasil penggalian informasi mengungkapkan, kedua tersangka telah dua kali memindahkan barang ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

Awalnya, tersangka mengedarkan sabu seberat 10 kg dan lolos dari penangkapan oleh pihak berwenang. Waris mengingatkan agar jajaran Polda Sulawesi tenggara berkomitmen akan menindak tindak pidana narkoba, baik konsumen, pengedar maupun distributor bandar.

“Percayalah, tidak semua kejahatan itu sempurna dan kejahatan meninggalkan bekas. Jadi kalau ada yang mau mencoba ini (pengedar) pasti kita akan lakukan tindak penegasan,” kata Waris. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114(2) jo Pasal 132(1) jo Pasal 112(2) jo Pasal 132(1) Undang-Undang Nomor 35 Republik Indonesia tentang Narkotika.

Baca: Siswa Korban Banjir Torue Terima Bantuan Seragam Sekolah

Waris mengatakan, dalam Pasal 114, ancamannya adalah pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara antara enam dan 20 tahun dengan denda Rp 10 miliar. Dalam Pasal 112 ayat (2), penjara seumur hidup dengan minimal lima sampai 20 tahun dan denda Rp 8 miliar.

Kombes Bambang Tjahjo Bawono, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara, menjelaskan kedua tersangka membawa langsung produk ilegal dari wilayah Jawa Timur untuk diedarkan di wilayah Sulawesi Tenggara berdasarkan komunikasi seorang bandar yang telah inisia F sebagai daftar pencaria orang (DPO).

“Pengiriman ini menggunakan jasa kurir, sedangkan yang bersangkutan membawa sabu bersama pasangannya. Kami sudah menetapkan rekanannya sebagai DPO, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap,” ucap Bambang. (*/Ikh)

Baca: Resep Kuah Sate Padang Kuning Asli Pariaman

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.