Dua Gempa Bersusulan Guncang Sigi dan Poso Sulawesi Tengah

  • Whatsapp
Dua Gempa Bersusulan Guncang Sigi dan Poso Sulawesi Tengah
Gempa sigi 28 maret 2020

Sulawesi tengah, gemasulawesi.com Dua gempa bumi bersusulan mengguncang Kabupaten Sigi dan Poso Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).   

Dua gempa bumi di Sulawesi Tengah yaitu di Kabupaten Sigi berkekuatan 5,8 SR, sedangkan gempa di Kabupaten Poso magnitudo 4,4.

Bacaan Lainnya

BMKG mencatat gempa bumi di Sigi pada Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 22.43 WITA. Gempa berpusat di darat, 46 Km arah Tenggara wilayah Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,72 LS dan 120,14 BT, pada kedalaman 10 Km. Menurut laporan, gempa sempat dirasakan di wilayah Kota Palu, Sigi, Sausu Parigi Moutong, Poso dan Pasangkayu. Gempa dinyatakan tidak menimbulkan tsunami.

Sedangkan, gempa bumi di Poso pada Minggu, 29 Maret 2020, pukul 23.55 WITA. Gempa berpusat di darat, 13 Km arah barat daya Doda wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.

Episenter gempa bumi di Poso terletak pada koordinat 1,78 LS dan 120,15 BT, pada kedalaman 10 Km.

Selanjutnya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

BMKG juga menjelaskan berdasarkan skala MMI berikut informasi yang dapat dipelajari:

I MMI berarti getaran gempa bumi tektonik tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI, getaran atau goncangan gempa bumi tektonik dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI, getaran gempa bumi tektonik dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI, pada saat siang hari, gempa bumi dapat dirasakan orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran gempa bumi dapat dirasakan hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran gempa bumi dirasakan semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak ringan.

VII MMI, semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

X MMI, kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat akibat gempa bumi, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, bangunan dari kayu yang kuat rusak karen agempa bumi, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, bangunan-bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah dan rel sangat melengkung akibat gempa bumi.

XII MMI, hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca juga: Positif Corona Anggota DPRD Kota Palu Asal PDI-P Belum Mau Dikarantina

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.