DPUPRP Parigi Moutong Hanya Miliki Lima Kantor Pengamat Irigasi

31
DPUPRP Parigi Moutong Hanya Miliki Lima Kantor Pengamat Irigasi
Pengamat Irigasi di Kabupaten Parigi Moutong.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) hingga kini masih memiliki lima kantor pengamat irigasi.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Alfianto di ruang kerjanya, Kamis 20 Februari 2020.

“Kantor pengamat irigasi di Parigi Moutong terdiri dari kepala pengamat hingga stafnya yang terbagi, atas juru, penjaga pintu irigasi dan bendungan,” jelasnya.

Bahkan kata dia, ke lima kantor pengamat itu bertugas melakukan pengamatan irigasi hingga lebih dari satu.

Namun, ada pula kantor pengamat yang hanya mengamati satu jaringan irigasi saja.

“Laporan dari kantor pengamat yang kami jadikan dasar untuk pelaporan ke Kementerian,” tuturnya.

Ia mengatakan, laporan yang disampaikan setiap kantor pengamat itu seputar kondisi jaringan irigasi.

Misalnya, jika terjadi kerusakan pada salah satu fasilitas irigasi yang harus diperbaiki. Proses pelaporannya pun kata dia, menggunakan titik koordinat.

Dengan begitu, mudah untuk dilakukan survei langsung terhadap irigasi yang mengalami kerusakan.

“Dengan sistim pelaporan seperti itu, semuanya jadi mudah” terangnya.

Ia melanjutkan, selain menjadi kewenangan Pemerintah daerah (Pemda), seluruh jaringan irigasi di Parigi Moutong juga terdapat kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pusat.

Tak heran kata dia, jika petugas pengamat perwakilan Pemprov dan pusat berkantor bersama petugas DPUPRP. Dalam melakukan pengamatan irigasi pun, petugas DPUPRP turun bersama-sama dengan pengamat dari Pemprov dan pusat.

Sehingga, data lapangan dari hasil pengamatan yang dilakukan antara petugas DPUPRP sinkron dengan pengamat Pemprov dan pusat.

“Adanya sinkronisasi terkait data pengamatan irigasi kata dia, memudahkan Bidang SDA yang dipimpinnya itu dalam melakukan pengusulan anggaran rehab irigasi,” tegasnya.

Menurutnya, adanya sinkronisasi terkait data pengamatan itu, Pemprov dan Pemerintah Pusat benar-benar teliti dalam mengucurkan anggaran.

Contohnya, jumlah rehab irigasi yang diusulkan dari DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 12 unit berkurang menjadi enam.

“Kami usulkan sebanyak 12 unit irigasi untuk direhab. Namun, yang disetujui hanya enam saja,” tutupnya.

Baca juga: TP4 Parigi Moutong Mulai Verifikasi Penerima Bantuan Bencana

Laporan: Rhoy L

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.