DPUPRP Parigi Moutong Batalkan Program Rehab Irigasi Rp4,5 Miliar

DPUPRP Parigi Moutong Batalkan Program Rehab Irigasi Rp4,5 Miliar
Illustrasi Dinas PU

Parigi moutong, gemasulawesi.com DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Bidang Sumber Daya Air atau SDA kemungkinan batalkan program rehab irigasi senilai Rp4,5 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Parigi Moutong batalkan program rehab irigasi itu, karena adanya surat edaran dari Menteri Keuangan untuk melakukan pergeseran anggaran bagi upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ujar Alfianto selaku Kepala Bidang SDA DPUPRP Kabupaten Parigi Moutong via telepon selulernya, Selasa 30 Maret 2020.

Read More

Ia mengatakan, dalam surat edaran Menteri Keuangan memperbolehkan untuk melanjutkan pelaksanaan program berbandrol DAK. Jika putusan lelang atau dilakukan penetapan pemenang tender sebelum 27 Maret 2020.

Sedangkan, pekerjaan rehab irigasi berbandrol DAK senilai Rp4,5 Miliar khusus daerah irigasi Ogotomubu, Tilung, dan Ampibabo belum memasuki tahapan penetapan pemenang tender.

Dengan begitu, program rehab irigasi yang baru memasuki tahapan lelang di Bagian Layanan Pelelangan atau BLP dipastikan batal.

Begitu pula dengan program rehab daerah irigasi Malanggo yang bersumber dari DAK senilai Rp160 Juta melalui pengadaan langsung akan dibatalkan.

Mengingat, pergeseran anggaran yang diperuntukan bagi upaya pencegahan penyebaran virus corona lebih penting.

Baca juga: Bupati Toli-toli, M Saleh Bantilan Minta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola Tutup Total Perbatasan

“Semua anggaran yang bersumber dari DAK digeser. Hanya DAK khusus pendidikan dan kesehatan saja yang tidak digeser. Penanganan virus corona lebih penting ketimbang program kami, yang dapat dilaksanakan jika kondisi telah membaik,” katanya.

Ia menambahkan, selain mengelola DAK, Bidang SDA juga memiliki anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total kurang lebih Rp2,5 Miliar.

Anggaran itu merupakan dana Pokir atau aspirasi dari DPRD Parigi Moutong yang diperuntukan bagi program sungai.

Saat ini kata dia, bidang yang dipimpinnya masih melakukan penyusunan pelaksanaan program yang menggunakan anggaran kurang lebih Rp2,5 Miliar itu hingga April.

Ditanya terkait pergeseran anggaran bagi penanganan virus corona akan diberlakukan pula bagi Rp2,5 Miliar itu, Alfianto mengaku belum dapat memastikannya.

“Tinggal menunggu saja. Apakah anggaran itu bergeser atau tidak,” tutupnya.

Baca juga: Update virus corona Sulawesi Tengah 31 Maret 2020, Ketambahan 11 ODP

Laporan: Roy L

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.