DPUPR Sebut Desa Lebo Belum Diprioritaskan Bangun Tanggul

0
76
DPUPR Sebut Desa Lebo Belum Diprioritaskan Bangun Tanggul
Kabid SDA DPUPR Parimo, Moh Aflianto Hamzah (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.comDPUPR sebut Desa Lebo Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng, belum dijadikan prioritas pembangunan tanggul penahan abrasi pantai untuk Tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Sumber Daya Air DPUPR Parimo, Moh Aflianto Hamzah di ruang kerjanya, Senin, 22 Juli 2019.

“Dengan keterbatasan DAU APBD Parimo Tahun 2019, hanya dapat menjangkau pembangunan tanggul sepanjang 70 sampai 100 Meter dalam satu tahun anggaran,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, dari sepanjang 472 Km panjang pantai di Kabupaten Parigi Moutong, APBD Parimo belum sanggup menyelesaikan sekaligus. Penyelesaiannya, idealnya secara bertahap dan dibantu penganggarannya dari pemerintah pusat dan provinsi.

DPUPR Parimo Tahun 2019 rencananya memprioritaskan beberapa desa untuk dibangun tanggul, Desa Silampayang, Desa Siavu, Desa Nambaru dan Desa Pinotu.

Namun, warga Desa Lebo tetap bisa memasukkan proposalnya kepada Pemda Parimo melalui pihaknya.

“Desa Lebo telah mendapat bantuan tanggul selama tiga tahun berturut-turut, sejak tahun 2015-2017. Sehingga, unsur pemerataan pembangunan mesti digalakkan ke desa lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Desa Lebo mengeluhkan ancaman abrasi pantai yang mengancam pemukiman warga yang di sepanjang pantai Desa Lebo.

Pesisir Desa Lebo yang berjarak kurang lebih 20meter dari jalan Trans Sulawesi, sangat rentan dengan hantaman ombak jika air pasang. Sehingga warga sangat khawatir jika tidak ada tanggul abrasi penahan ombak.

Selain itu, kondisi abrasi pantai sewaktu-waktu dapat mengancam pemukiman warga. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim timur air laut pasang yang sangat mengkhawatirkan warga.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan