DPRD Tanyakan Kiat Pemda Naikkan PAD Parigi Moutong

  • Whatsapp
DPRD Tanyakan Kiat Pemda Naikkan PAD Parigi Moutong
Rapat Banggar DPRD Parimo dan TAPD 2019 (Foto: Rafii)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) menanyakan kiat Pemerintah daerah (Pemda) untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dari sebelas jenis pajak dan retribusi daerah, berapa jumlah potensial pemasukan, bagaimana intervensi Pemda,” tanya Ketua DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto saat membuka rapat Badan anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), di kantor DPRD, Rabu, 20 November 2019.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, perlu ada usaha yang ekstra keras menggenjot pendapatan daerah. Mengingat pendapatan daerah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan berkurang pasca Parimo terlepas dari status daerah tertinggal.

Sehingga, perlu alternatif pengganti sumber pendapatan daerah lainnya. Dari sektor pajak perlu mendapat perhatian lebih dari Pemda Parimo. Terdapat banyak sumber pajak baru yang bisa diekploitasi.

Baca juga: Ratusan Sekolah Asal Parigi moutong Sulawesi Tengah Telah Terakreditasi Tahap I Tahun 2019

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Parimo, H. Ardi mengatakan sependapat dengan sumbang pikiran Ketua DPRD Parimo, Sayutin. Ia berpendapat PAD perlu digenjot untuk memancing APBN lebih meningkat.

“Pemerintah pusat memberikan semacam reward peningkatan APBN kalau PAD bisa meningkat,” terangnya.

Kemudian, Kepala Badan pendapatan daerah (Bapenda) Parimo, Moh. Yasir, mengamini perkataan Sekda Parimo. Ia mengungkapkan, pada tahun 2019 telah dilakukan riset internal Bapenda untuk meningkatkan PAD.

Salah satu hasil riset itu adalah sebelas jenis pajak dan retribusi daerah yang bisa dieksploitasi. Salah satu model eksploitasi berupa perubahan mekanisme pungutan, misalnya pada pajak hotel dan restauran. Rencananya, pada tahun 2019 akan langsung diterapkan.

Selain itu, terdapat juga perubahan pemungutan model pajak minerba. Sebelumnya, Pemda melakuan potongan pajak dari pihak ketiga. Namun, saat ini pungutan pajak lebih kepada titik pengambilan sumber minerba.

Baca juga: Begini Contoh Surat Lamaran CPNS Pemprov Sulawesi Barat

“Minggu pertama pengaplikasian model aplikasi pungutan pajak baru, sudah menunjukkan penghasilan pendapatan yang baik. Kami memungut pajak menggunakan sistem karcis,” terangnya.

Kemudian, pihaknya juga memprediksi akan mampu menaikkan pendapatan dari sektor pajak reklame.

Selain sumber pendapatan dari pajak reklame, sumbangan PAD juga bisa melalui bagi hasil dari pendapatan jumlah tagihan listrik dengan PLN. Ia menjelaskan, Pemda Parimo bahkan sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan PLN.

Berikutnya, sumber pemasukan pajak dari PBB dan BPHTB diperkirakan akan signifikan. Perkiraan peningkatan pajak didasarkan pada sumber 100 desa objek pajak ZNT.

“Khusus untuk penagihan pajak walet secara intensif terdapat kendala. Idealnya Perda pajak sarang burung walet mesti direvisi. Pemungutan pajak lebih kepada pendekatan kemampuan pengusaha walet,” tutupnya.

Baca juga: UMK Parigi Moutong Sulawesi Tengah Tahun 2020 Ditetapkan Rp. 2.445.950

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.