fbpx

DPRD Persoalkan Profesionalisme Kontraktor Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani.

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, mempersoalkan profesionalisme rekanan proyek atau kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga menjadi temuan tiap tahunnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto Tongani, yang mempersoalkan profesionalisme rekanan proyek atau kontraktor saat ditemui usai rapat Badan anggaran dengan agenda pembahasan Rancangan peraturan daerah (Raperda), hari Rabu 22 Juni 2022.

“Dalam memilih penawaran, Pemerintah Kabupaten harus mempertimbangkan kapasitas, kualitas, kompetensi dan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan,” kata Sayutin Budianto Tongani.

Ia mencontohkan, PUPRP setempat akan lebih meningkatkan sumber daya manusia (SDM) ke depan, terutama konsultan pengawas yang dapat bekerja lebih giat dan berkomitmen jika menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Baca: Kasus Corona Meningkat, Satgas Sebut Positivity Rate Aman

Diakuinya, sejumlah pekerjaan yang dilakukan serah terima sementara atau Provisonal Hand Over (PHO) hasil pekerjaan masih utuh. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan oleh BPK, ternyata menjadi penemuan karena kualitasnya baik ketebalan maupun kelebihan dan lain-lain.

“Hal ini membuat saya bingung, apakah berbicara sisi sumberdaya lemah atau apalah membuat kita bingung dengan hasil pekerjaan yang menjadi temuan,” keluhnya.

Adanya kondisi seperti itu, kata dia, harus menjadi tanggung jawab bersama dalam melakukan pengawasan super ketat, dan ke depan harus ada pembenahan dari semua sektor, baik dari internal pengawas, juga konsultan pengawas PUPRP sendiri.

Ia menambahkan, dimana-mana ditemukan pekerjaan, proses pembangunan jalan mengalami kemacetan dan kelebihan volume, hasil dan ketebalan. Sehingga kedepannya perlu ada penilaian untuk melakukan perbaikan agar tidak terulang kembali.

“Saya sudah menyampaikan ini saat rapat tadi, bagaimana menghentikan semua pekerjaan agar tidak lagi menjadi temuan BPK yang berulang,” tutupnya. (*Ikh)

Baca: Diduga Kasus Narkoba, Dua Polisi di Maluku Dibekuk Rekan Sendiri

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.