Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

DPRD Parimo Soroti Target Rendah PAD Sarang Burung Walet

Must read

Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, soroti target rendah Pendapatan Asli Daerah atau PAD sarang burung walet.

“Banyaknya usaha sarang burung walet, kenapa target PAD-nya hanya sebesar Rp 50 juta saja. Seharusnya lebih, karena satu pengusaha walet saja, PAD ini bisa terpenuhi,” ungkap anggota Komisi II DPRD Parigi Moutong, Drs H Suardi saat RDP tentang capaian PAD semester pertama 2021, di ruang komisi, Selasa 8 Juni 2021.

Pemprov Sulawesi Tengah pernah mengatakan Parigi Moutong merupakan daerah penghasil terbesar. PAD sarang burung walet menjanjikan, bahkan penjualannya tembus hingga 47 ton.

Target PAD sarang burung walet dianggap sangat kecil, dengan banyaknya pengusaha walet di daerah ini. Pihaknya meminta kepada BAPENDA Parigi Moutong, untuk memberikan motivasi ke dinas penghasil agar lebih meningkatkan PAD masing-masing, khususnya pada pelaku usaha sarang walet.

“Saya kadang bertemu dengan petugas dari dinas, yang meminta pajak burung walet. Sudah saya berikan data, dimana saja usaha walet yang telah berhasil, tetapi ketika saya cek, petugas belum ada yang datang kesana,” tandasnya.

Selain itu, dia mengingatkan kepada BAPENDA untuk setiap tahun meningkatkan target PAD setiap OPD penghasil.

Sebab, berdasarkan sepengetahuannya OPD yang sebenarnya mampu mencapai PAD lebih dari target, namun di tahun berikutnya diberikan kembali target yang sama dengan tahun sebelumnya.

“Harusnya tidak begitu. PAD tidak akan meningkat, kalau target tahun ini bisa dicapai lebih, tapi pada tahun berikutnya diberikan target yang sama dengan tahun lalu. Seharusnya ditambah lagi target PAD-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BAPENDA Parigi Moutong Masdin mengatakan, pihaknya juga menginginkan agar PAD sarang burung walet bisa memberikan kontribusi yang besar.

Namun, pihaknya terkendala masih minimnya kesadaran pemilik sarang burung walet untuk menyetorkan kewajibannya.

Baca juga: Ini Kritik Terkait Kebijakan Pajak Sarang Burung Walet Pemda Parimo

“Pemilik sarang burung walet masih kurang sadar dengan kewajiban pajaknya. Terkadang mereka mengaku belum ada hasil dari usaha mereka itu,” jelasnya.

Tapi, pihaknya akan membuat kerjasama dengan aparat desa, untuk membantu pemerintah dalam proses penagihan retribusi pajak untuk PAD sarang burung walet.

“Mereka kan tahu kapan panen, dan kapan proses penjualan pengusaha sarang burung walet itu, makanya kami membangun kerjasama dengan apparat desa itu,” tutupnya.

Baca juga: FKS Tawarkan Dua Sistem Pemasaran Sarang Burung Walet Parigi Moutong

Laporan: Novita Ramadhani

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article