DPRD Parimo, Hearing Disperindag

0
85
DIsperindag dihearing Komisi II DPRD Parimo (Dokumentasi gemasulawesi.com)
SHARE

Parimo, gemasulawesi.com– Efek dari tindakan sejumlah pedagang Pasar Sentral Parigi, menyambangi kantor DPRD beberapa waktu lalu untuk mengajukan protes atas pungutan retribusi yang dianggap masih mencekik para pedagang, berujung dihearingnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kebijakan pungutan retribusi yang dikeluarkan Disperindag Parimo sekitar 200 ribu Rupiah setiap bulannya, dinilai masih belum rasional dan terkesan mencekik para pedagang yang ada di Pasar Sentral Tagunu. Pasalnya sejak diresmikan beberapa tahun lalu, hingga kini pasar tersebut masih sepi dari kunjungan pembeli. Sejumlah pedagang pasar sentral Parigi, juga mengeluhkan masih adanya aktifitas perdagangan diruas jalan Pasar Inpres Tagunu (Pasar Lama) serta pasar malam di sejumlah desa, yang jaraknya masih berdekatan dengan Pasar Sentral Parigi, dinilai salah satu alasan sepinya pasar sentral tersebut,

Hal itu terungkap saat Komisi dua DPRD melakukan hearing Disperindag di ruang rapat DPRD Parimo. Rabu, 20 Febuari 2019. Senada dengan keluhan para pedagang, Arif Alkatiri menuturkan, perputaran ekonomi dipasar sentral Parigi belakangan ini sangat memprihatinkan.

“Saya perhatikan kalau sudah hari Jumat, Sabtu, Minggu pasti Parigi ini sunyi, jangankan dipasar itu, dijalan saja pasti sunyi. Coba bapak jalan dihari tersebut,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Arif menantang Kepala Dinas (Kadis), Disperindag untuk menjalankan program Hari Belanja Daerah untuk mendorong warga berkunjung ke pasar sentral tersebut.

Menurutnya, tidak akan ada protes lagi dari pihak pedagang terkait biaya retribusi tersebut, jika pendapatan pedagang juga meningkat.

“Seyogiyanya pedagang ini bukan tidak mau bayar, tapi mereka minta juga kita melihat kondisi yang terjadi dilapangan, sebelum menerapkan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Kemudian, Ketua Komisi Dua, I Made Yatina, menegaskan agar Disperindag segera merespon keluhan para pedagang, tekait beoperasinya pasar malam diwilayah yang masih dekat dengan pasar sentral Parigi, serta aktifitas pedagang di ruas jalan Pasar Sentral Tagunu.

“Ini harus segera ditindaklanjuti, persoalan pedagang yang dipasar tagunu itu, bukan diminta untuk berhenti berdagang, tapi minta untuk dipindahkan ke pasar sentral, dan pastikan ada tempat untuk mereka berdagang,” tegasnya, sebelum menutup hearing tersebut.  

Laporan: Muhammad Rafii


SHARE

Tinggalkan Balasan