Home PARIGI MOUTONG DPRD Parimo Merasa Bagi Hasil Pertambangan Tidak Jelas

DPRD Parimo Merasa Bagi Hasil Pertambangan Tidak Jelas

DPRD Parimo Merasa Bagi Hasil Pertambangan Tidak Jelas
Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani (Foto: Rafii)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta kejelasan bagi hasil pertambangan emas yang berjumlah dua titik tambang.

“Mesti diperjelas status tambang emas di Parimo. Kejelasan sebagai status daerah penghasil atau bukan adalah mutlak diperlukan,” ungkap Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani, di kantor DPRD, Kamis, 21 November 2019.

Pasalnya, dengan status sebagai daerah penghasil pertambangan, tentunya berimbas pada membesarnya pendapatan yang masuk untuk perbendaharaan Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan, sangat miris bagi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah yang memiliki pertambangan emas. Dari hasil telaah sumber pendapatan daerah yang diajukan Pemerintah daerah (Pemda) kepada DPRD, tidak menunjukkan adanya bagi hasil sumber tambang.

Baca juga: DPRD Tanyakan Kiat Pemda Naikkan PAD Parigi Moutong Sulawesi Tengah

Sementara itu, diketahui pada dua titik pertambangan itu, sudah mengantongi izin eksplorasi yakni di Kecamatan Moutong yang digawangi perusahaan KNK.

“Kalau tidak jelas bagi hasilnya kepada Parimo sebagai daerah penghasil, maka sebaiknya Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah menutup saja operasional perusahaan KNK. Namun, bila sebaliknya maka eksploitasi silahkan berjalan,” tegasnya.

Kementerian ESDM kata dia, sudah mengetahui terdapat sumber pertambangan emas di Parimo. Pihaknya berharap kementrian dapat menetapkan Parimo sebagai daerah penghasil. Sehingga, melalui sumber pertambangan akan mendatangkan pendapatan daerah yang besar.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Parimo, Sutoyo mengungkapkan pertambangan di wilayah utara Parimo sudah beroperasi. Sehingga, pihaknya menganggap pertambangan di daerah itu sudah masuk kategori eksploitasi.

Baca juga: Ratusan Peserta Ikuti Sosialisasi Pendidikan 1000 Hari HPK Parigi Moutong Sulawesi Tengah

Ia melanjutkan, beberapa pihak yang sudah mengambil kekayaan alam emas di Moutong, telah melakukan join produksi bersama penambang lokal.

“Ada info perusahaan KNK mematok 10 persen dari pemodal lokal. Kalau nantinya hasil kekayaan terkuras terus bagi hasilnya tidak jelas maka apa yang kita dapatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Moh. Yasir mengatakan bagi hasilnya belum tertuang dalam sumber pendapatan daerah dan keikutsertaan Pemda bersama pemerintah provinsi di Kementerian Keuangan.

Ia menambahkan, karena bukan termasuk daerah penghasil, Pemda Parimo tidak mendapat undangan, melainkan kabupaten penghasil lainnya seperti Kabupaten Luwuk dan Morowali.

“Parimo hanya mendapatkan pembagian merata dari Provinsi, untuk bagi hasilnya,” tutupnya.

Baca juga: Begini Contoh Surat Lamaran CPNS Pemprov Sulawesi Barat

Laporan: Muhammad Rafii

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.