2Banner GIF 2021

DPP FPI Akan Tempuh Jalur Hukum Melapor ke Komnas HAM

DPP FPI Akan Tempuh Jalur Hukum Melapor ke Komnas HAM
Tangkapan Layar Konfrensi Pers DPP FPI.

Berita nasional, gemasulawesi- Terkait meninggalnya enam orang laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) saat akan menuju lokasi pengajian keluarga DPP FPI akan mengambil langkah hukum melapor ke Komnas HAM.

Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris umum sekaligus kuasa hukum enam korban meninggal dari pihak laskar FPI, Munarman dalam konfresnsi pers yang digelar di markas DPP FPI Senin 7 Desember 2020.

Baca juga: Kriminalisasi Wartawan Parimo, Komnas HAM Sulteng Sebut Pelanggaran Serius

“Kami akan bersabar dengan menempuh semua jalur hukum untuk mendapatkan keadilan, tujuan kami jelas Komnas HAM,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak boleh menggunakan extra judicial killing jika demikian adanya sebaiknya Lembaga kejaksaan dan pengadilan dibubarkan saja.

Baca juga: Wagub Sulawesi Tengah Klaim Mandat PAN

Kata Munarman, untuk apa lagi ada kedua Lembaga itu, jika kepolisian bisa mengambil keputusan tembak mati jika menganggap itu penjahat.

“Perjelas saja kita dalam negara hukum atau negara kekuasaan, jalur hukum seperti apa yang kita tempuh? Dalam Hak Asasi Manusia kejadian ini disebut extra judicial killing,” tegasnya.

Baca juga: Berpotensi Salah Prosedur, Gencar Djarot Bakal Tempuh Praperadilan

Kejadian ini menurutnya adalah pelanggaran berat HAM, pihak yang melakukan pembunuhan extra judicial killing harus melalui diadili oleh pengadilan HAM.

Ia mengatakan, instrumen yang berwenang untuk bergerak adalah Komnas HAM.

Baca juga: DPRD Pertanyakan Legalitas Kampus STIH HAM Parigi Moutong

“Kami meminta Komnas HAM untuk menginvestigasi persoalan ini, karena ada dugaan pelanggaran berat didalamnya. Ini jelas by intension,” kata dia.

Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa didiamkan, karena bisa saja terjadi hal yang sama terhadap warga negara lainnya.

Ia mencontohkan wartawan yang menulis kritis, jika tak disenangi bisa saja juga akan mengalami hal yang sama.

“Kalau tulisan kritis kalian tidak disenangi bisa saja juga akan mengalami hal yang sama jika kita diamkan,” tuturnya.

Menurut Munarman, hingga saat ini belum ada satupun pihak dari keluarga yang meninggal tertembak dihubungi oleh pihak kepolisian.

Ia mengaku, tidak memiliki hak akses untuk mengetahui tepatnya keberadaan jenazah enam orang laskar FPI yang telah dinyatakan meninggal tertembak.

“Kewajiban sebagai seorang muslim, jenazah itu sudah harus diberikan kepada kluarga untuk segera dilakukan pemakaman sebagaimana mestinya. Dan pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Baca juga: Laskar FPI Disebut Miliki Senjata Api, Munarman: Itu Fitnah Besar

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post