Banner Disperindag 2021 (1365x260)

DP5A Surabaya Verifikasi Data 1000 Keluarga Meninggal Akibat Covid19

DP5A Surabaya Verifikasi Data 1000 Keluarga Meninggal Akibat Covid19
Foto: Illustrasi anak kehilangan keluarga akibat covid19.

Gemasulawesi– Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya tengah melakukan verifikasi 1000 lebih keluarga meninggal akibat covid19. Dari data itu, sekitar 600 di antaranya yatim, piatu, atau yatim piatu.

“Saat ini kami melakukan verifikasi bersama Dispendukcapil, kami memastikan keluarga yang meninggal apakah memiliki anak di bawah 18 tahun. Lebih dari 1.000 kami data ke dalam untuk mengetahui apakah anak yatim, piatu, atau yatim piatu. Sementara ini sudah 600-an yang terverifikasi, sisanya masih proses,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Surabaya, Antiek Sugiharti, Senin 23 Agustus 2021.

Selain verifikasi data keluarga meninggal akibat covid19, pihaknya juga akan mendata apakah ada anak-anak itu masih memiliki keluarga.

Baca juga: KPAI Beri Saran Soal Program Bantuan Anak Yatim Terdampak Covid19

Ketika anak itu tidak ada mengasuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengasuh dan memenuhi hak anak. Seperti pendidikan, hak kesehatan, dan pengasuhan.

“Sesuai UU, hak-hak anak tetap terpenuhi mulai pendidikan, kesehatan, pengasuhannya, lalu hak-hak yang lain kita pastikan mereka mendapat hak tersebut. Misal pendidikan mereka wajib mendapat pendidikan sampai tuntas, bagi yang sekolah negeri tentu tidak mengeluarkan biaya tapi kalau ada biaya lain yang akan kita pikirkan,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Perlindungan Anak Yatim Piatu Korban Covid19

Dia juga mengatakan, jika ada anak belum terdata, bisa melaporkan ke call center 112 atau mendatangi Kantor DP5A langsung.

Termasuk, bila ada warga berminat menjadi orang tua asuh atau memberikan bantuan bisa menghubungi secara langsung.

Baca juga: Parigi Moutong Data Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid19

Walikota ajak warga gotong royong bantu anak yatim piatu korban covid19

Sementara Walikota Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Surabaya meletakkan egoisme dan bergotong-royong mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal covid19 itu.

“Inilah waktunya kita meletakkan egoisme kita, meletakkan jabatan kita, meletakkan kelompok kelompok kita, bagaimana kita bisa bahu membahu, bagaimana kita gotong royong untuk masa depan mereka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema perlindungan sosial (Perlinsos) bagi anak yang mengalami keterpisahan dengan orang tuanya karena pandemi covid19, yang disebabkan isolasi mandiri atau orang tua meninggal dunia.

Baca juga: Ekonom Faisal Basri Kritisi Vaksin Gotong Royong Individu

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan negara perlu mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak itu, termasuk anak yatim. 

“Saya sudah berbicara dengan ibu Menkeu agar bisa didukung dari anggaran. Bantuan untuk anak-anak tersebut menjadi kewajiban negara. Sebagaimana amanat konstitusi pada Pasal 34 UUD 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara,” tutup Risma. (***)

Baca juga: Kimia Farma Tunda Vaksinasi Individu Berbayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post