Banner Disperindag 2021 (1365x260)

DP3A Sulawesi Tengah Gelar Workshop Evaluasi PPRG

DP3A Sulawesi Tengah Gelar Workshop Evaluasi PPRG
Foto: Workshop pengarusutamaan gender.

GemasulawesiDP3A Sulteng, menggelar workshop evaluasi PPRG atau Penerapan, Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender di gedung kampung nelayan.

“Berdasarkan Permendagri No 67 Tahun 2011 tentang pedoman umum Pengarusutamaan Gender dipertegas dalam Perpres tentang strategi nasional melalui PPRG, menjelaskan PPRG selain dilakukan ditingkat kementerian/lembaga, Provinsi, perlu juga dilaksanakan ditingkat Kabupaten,” jelas Plt Kepala Bappeda Dr Suardi, saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Sulteng, Kamis 2 September 2021.

Baca juga: Ini Cara DP3A Sulteng Tekan Kasus Kekerasan Anak Parigi Moutong

Dalam workshop evaluasi PPRG itu dia mengatakan, Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan strategi dibangun untuk mengintegrasikan perspektif gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan guna memberikan manfaat dan daya ungkit kepada perempuan dan laki-laki dalam pembangunan untuk mengurangi kesenjangan gender.

Menurut dia, integrasi isu gender dalam pembangunan telah dilakukan sejak diterbitkan Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang PUG dalam pembangunan nasional.

Baca juga: Ratusan ASN di Parigi Moutong Ikuti Ujian Penyesuaian Ijazah

Aturan itu wajib dijalankan kementrian atau lembaga serta pemerintah daerah hingga ke tingkat pemerintah kabupaten.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat tercipta kesamaan pemahaman tentang keadilan dan kesetaraan gender bagi seluruh elemen masyarakat, baik perempuan dan laki-laki dengan pendekatan Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM),” ujarnya.

Baca juga: Workshop OPD Parimo Mantapkan Aplikasi Sistem Informasi

PUG wujudkan kesetaraan gender

Kemudian, PUG ditujukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam pembangunan, yaitu pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh penduduk Indonesia baik laki-laki maupun perempuan.

Baca juga: Misi Bentuk Generasi Sehat, Disdikbud Parigi Moutong Gelar Workshop Penguatan Sekolah

Kesetaraan gender kata dia, dapat dicapai dengan mengurangi kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan dalam mengakses dan mengontrol sumber daya, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan proses pembangunan, serta mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program pembangunan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini terwujudnya sarana dan prasarana berbasis gender,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Ratusan Warga Suku Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post