DKPP Sidang Abd Chair, Ketua KPU Parimo Langgar Kode Etik?

  • Whatsapp
DKPP Sidang Abd Chair Ketua KPU Parimo, Ini Alasannnya Kode Etik
DKPP Sidang Abd Chair Ketua KPU Parimo, Ini Alasannnya (Foto: Tergugat Abd Chair Jalani Sidang, DKPPfoto)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dugaan melanggar kode etik, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan kepada Ketua KPU Parimo Sulteng, Abd Chair.

Sidang DKPP dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu terhadap Abd Chair (KEPP), dengan perkara nomor 81-PKE-DKPP/VII/2020, dilaksanakan Jumat 28 Agustus 2020 pukul 09.00 WITA.

Bacaan Lainnya

Abdul Majid adukan Abd Chair Ketua KPU Kabupaten Parimo soal dugaan pelanggaran kode etik, dalam sidang DKPP dengan perkara nomor pengaduan 86-P/L-DKPP/VII/2020.

“Ada dugaan pertemuan yang dilakukan Abdul Chair sebagai Teradu dengan calon anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Partai Hanura bernama Haji Amrulah Almahdali,” ungkap Abdul Majid dalam persidangan, sebagaimana dikutip dari laman resmi DKPP.

Menurut pengakuannya, pertemuan ini dilakukan di luar Kantor KPU Kabupaten Parimo.

“Pertemuan itu diduga untuk meloloskan Teradu sebagai Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong periode selanjutnya,” jelasnya.

Terkait tuduhan pelanggaran kode etik dalam dokumen aduan Abdul Majid, Ketua Parimo Abd Chair tidak sepenuhnya membantah.

Bahkan, kepada majelis ia mengakui benar adanya telah melakukan pertemuan dengan Haji Amrulah Almahdali.

“Pertemuan itu difasilitasi mantan Ketua KPU Kabupaten Parigi Moutong, Rizal,” terangnya.

Ia mengisahkan, Rizal awalnya menghubungi dirinya dan mengajak bertemu di sebuah cafe.

Dari pertemuan itu lanjut dia, Rizal menawarinya untuk bertemu seseorang yang disebut kawan dekat dari Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong.

“Namun, yang saya temui ternyata adalah Haji Amrullah Almahdali,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu Haji Amrullah meminta identitas dirinya, agar dapat diberikan kepada Pansel Anggota KPU Kabupaten Parimo.

“Itulah pertemuan pertama saya dengan Haji Amrullah,” katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan Rizal kembali menghubingi dan meminta untuk menyiapkan uang sebesar Rp 12 juta.

Uang itu kata dia, digunakan untuk membiayai akomodasi dan transportasi Pansel. Rizal kemudian berkata, Pansel akan membawa nama-nama hasil seleksi KPU Kabupaten Parimo ke Jakarta.

“Segala aktivitas itu atas permintaan Haji Amrulah,” tegasnya.

Berdasar pengakuannya kepada majelis, Abdul Chair merasa ganjil atas permintaan tersebut.

Ia pun menolak permintaan itu dengan halus, lantaran tidak ingin mengecewakan Haji Amrullah.

“Saya beralasan tidak mempunyai dana sehingga berdalih meminta bantuan uang kepada Haji Amrulah untuk diberikan kepada Pansel. Haji Amrulah akhirnya tidak menyiapkan dana itu,” jelasnya.

Pihaknya pun menganggap, dalil yang disebutkan Pengadu tidak berdasar bukti dan hanya fitnah belaka.

Diketahui, sidang ini dipimpin Anggota DKPP, Prof. Teguh Prasetyo, selaku Ketua Majelis. Ia didampingi oleh Tim Pemeriksa Daerah Sulteng yang bertindak sebagai Anggota majelis, yaitu Jamrin (Unsur Bawaslu) dan Muh. Tavip (Unsur Masyarakat).

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.