DKP Sulawesi Selatan Tanam Mangrove di Pesisir Pantai Pangkep

waktu baca 2 menit
Sejumlah orang lakukan penanaman bibit mangrove (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan targetkan tanam 20 ribu bibit mangrove di pesisir pantai Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada tahun ini.

Kepala DKP Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas mengatakan dalam keterangannya di Makassar, Minggu 17 Juli 2022, 10 ribu bibit mangrove sudah diserahkan kepada masyarakat pesisir di kelurahan Borimangsu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep,melalui Cabang Dinas Kelautan Pangkep.

Sisanya akan ditanam di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, yakni di pulau Kapoposang dan Pulau Cambang-Cambang.

“Penanaman mangrove sebenarnya merupakan salah satu program gubernur untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Saya sampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang sangat penting,” ucap Ilyas.

Baca: Pemprov Sulawesi Barat Dorong Masyarakat Kelola Lahan Pangan

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya mengembalikan kawasan hutan mangrove yang hilang. Terutama digunakan sebagai nursery, feeding ground dan spawning ground untuk berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya. Begitu juga dengan penanaman mangrove untuk merehabilitasi ekosistem yang rusak.

Selain tanam mangrove di pesisir pantai, padang lamun dan terumbu karang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang tidak boleh hilang atau rusak. Satu dengan yang lain saling terhubung.

“Salah satu program yang ada di Pangkep adalah mengembalikan mangrove yang hilang dan mengembalikannya ke fungsi dan peran utamanya sebagai tempat pembibitan atau nursery ikan-ikan kecil dan sebagai penahan ombak,” ujarnya.

Selain itu, mangrove juga dapat mengurangi pencemaran laut dengan berperan sebagai biofilter untuk mengurangi logam berat dan nutrisi berlebih dari daratan yang sampai ke laut. Fungsi lainnya adalah untuk meningkatkan kadar oksigen dan mengurangi karbon dengan keberadaan mangrove.

Ia mengatakan, artinya dapat merilis oksigen bagi seluruh masyarakat dunia. Ini adalah program global untuk menghijaukan bumi.

Ke depan, perkebunan mangrove memiliki potensi untuk mengolah sumber pangan olahan, termasuk potensi buah mangrove sebagai sumber pangan alternatif. Untuk industri, mangrove dapat didorong menjadi pewarna alami pada pakaian. Ia juga menyatakan salut kepada pemerintah setempat di mana Lurah di Labbangkan berencana menjadikan kawasan mangrove sebagai kawasan wisata.

“Kami salut kepada Pak Lurah yang ingin mengembangkan mangrove termasuk untuk pariwisata,” ujarnya. (*/Ikh)

Baca: Pertamina Sosialisasi Subsidi di Empat Daerah Sulawesi Tengah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.