Jumat, April 23, 2021

Disperindag Tera Ulang Sejumlah SPBU di Parigi Moutong

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melaksanakan Tera ulang sejumlah SPBU.

“Itu sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap konsumen. Jadi kami memastikan pembelian BBM, pas ukuran sesuai dengan standar,” ungkap Kepala Bidang Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Parigi Moutong, I Gede Wayan Sudarta, Selasa 6 Maret 2021.

Ia mengatakan, pelaksanaan tera ulang sejumlah SPBU di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah merupakan tugas rutin setiap tahunnya, sesuai dengan permohonan pemilik stasiun bahan bakar.

Menurut dia, sesuai dengan permohonan pelaksanaan Tera ulang sejumlah SPBU yakni di Sausu, Tolai, Kampal Tinombo dan Lambunu.

Jika tera ulang diabaikan, pastinya Pertamina tidak akan melakukan pengisian BBM. Bahkan, berdasarkan Permendag akan diberikan sanksi administrasi hingga pencabutan izin.

Baca juga: Mengenal Metrologi Legal

Sementara itu, penera Disperindag Parigi Moutong, Hadriani menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan takaran, alat pengukurnya masih sesuai toleransi. Atau masuk dalam batas diizinkan.

Ia menuturkan, pelaksanaan tera ulang sejumlah SPBU dilakukan berdasarkan Undang-Undang nomor 2 tahun 1981, tentang jaminan kebenaran ukuran.

“Jadi, kami menjamin takaran BBM yang dijual di SPBU, telah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tuturnya.

Terkait kegiatan pengawasan tera, Disperindag pernah memberi peringatan kepada Pertamina Pombalowo Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Satu nozzle Pertamina Pombalowo diminta tidak difungsikan sementara,” ungkap Kabid pengawasan barang dan perlindungan konsumen Disperindag Parigi Moutong, I Gede W Sudarta, beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pada saat pengawasan tera, satu nozzle milik Pertamina Pombalowo Parigi Moutong, melebihi standar normal.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Barang Strategis Disperindag Hadriani menjelaskan, sesuai dengan UU nomor 2 tahun 1981 tentang Kemetrologian Legal, setiap ukur timbang takar (UUTP) itu dan perlengkapan lainnya mesti selalu dilakukan peneraan ulang.

Ketika pengawasan Disperindag Parigi Moutong beberapa saat lalu, ada alat ukur yang melebihi batas toleransi atau Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD).

Toleransi penunjukannnya itu, sekitar 0,5 persen. Pihaknya melakukan pengujian tera ulang sejumlah SPBU dengan menggunakan bejana ukur dengan takaran 20 liter milik Disperindag Parigi Moutong.

Baca juga: Disperindag: Penting, Sertifikasi Halal Produk UMKM di Parimo

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article