Disperindag Parigi Moutong Tera Ulang SPBU Toboli dan Ampibabo

Disperindag Parigi Moutong Tera Ulang SPBU Toboli dan Ampibabo
Foto: Uji Tera SPBU di Parigi Moutong.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tera ulang alat ukur Bahan Bakar Minyak di dua SPBU.

“Kami melakukan itu untuk mengecek kembali apakah alat ukur digunakan masih sesuai dengan ketentuan atau tidak,” ungkap Kepala Disperindag Parigi Moutong, Muhammad Yasir yang dihubungi, Rabu, 7 Juli 2021.

Kegiatan tera ulang SPBU Toboli dilakukan dimasing-masing SPBU itu, berdasarkan permohonan telah diajukan beberapa waktu sebelumnya dari SPBU. Sesuai ketentuan, peneraan itu wajib dilakukan secara berkala, atau setiap satu tahun sekali.

Kemudian, pemeriksaan SPBU menjadi wajib karena merupakan bentuk perlindungan kepada konsumen, serta untuk memenuhi kepentingan perdagangan dan industri.

Jika tera ulang SPBU diabaikan, dipastikan pihak Pertamina tidak akan melakukan pengisian BBM. Bahkan, berdasarkan Permendag akan diberikan sanksi administrasi hingga pencabutan izin.

Baca juga: Mengenal Metrologi Legal

Berdasarkan hasil hasil pemeriksaan takaran di SPBU Toboli, alat pengukurnya masih sesuai toleransi, atau masuk dalam batas diizinkan.

Sementara untuk SPBU Ampibabo, pihaknya baru akan melakukan pemeriksaan ulang. Ssehingga belum mengetahui kelayakan alat ukur digunakan.

Baca juga: Terima Aduan Warga, Disperindag Parimo Sidak SPBU Toboli

“Kami baru tindaklanjuti permohonan mereka ini, karena kemarin staf penera ulang sedang cuti bersalin. Jadi Toboli sudah, besok rencana Ampibabo,” jelasnya.

Pihaknya juga sebelumnya telah melakukan tera ulang di SPBU Sausu, Tolai, Kampal, dan Pombalow.

Baca juga: Disperindag Tera Ulang Sejumlah SPBU di Parigi Moutong

Namun, ada dua SPBU mengajukan permohonan tera kepada pihaknya, yakni SPBU Moutong dan Kotaraya.

Rencananya, pihaknya akan lebih proaktif terhadap persoalan ini, dengan memberlakukan sistem jemput bola.

Baca juga: 24 Ribu Jiwa Sudah Disuntik Vaksin Covid 19 di Parigi Moutong

“Ini bentuk perlindungan konsumen, makanya kami lakukan sistem jemput bola. SPBU yang abai akan hal ini juga akan mendapatkan sanksi dari tim pengawasan mereka, saat dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasi Pengawasan Barang Strategis Disperindag Hadriani menjelaskan, sesuai dengan UU nomor 2 tahun 1981 tentang Kemetrologian Legal, setiap ukur timbang takar (UUTP) itu dan perlengkapan lainnya mesti selalu dilakukan peneraan ulang.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Percepat Rehab Rekon di Donggala

Ketika pengawasan Disperindag Parigi Moutong beberapa saat lalu, ada alat ukur yang melebihi batas toleransi atau Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD).

Toleransi penunjukannnya itu, sekitar 0,5 persen. Pihaknya melakukan pengujian tera ulang sejumlah SPBU dengan menggunakan bejana ukur dengan takaran 20 liter milik Disperindag Parigi Moutong.

Baca juga: IMIP Sulawesi Tengah Bantu 21 Isotank Oksigen ke Pemerintah

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post