Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Disita, Obat Terapi Covid19 dan Tabung Oksigen Hasil Kasus Kejahatan Medis

Disita, Obat Terapi Covid19 dan Tabung Oksigen Hasil Kasus Kejahatan Medis
Foto: Illustrasi kasus kejahatan di bidang medis.

Berita nasional, gemasulawesi- Polri menyita 365.875 tablet obat terapi Covid19, 62 vial terapi Covid-19, dan 48 tabung oksigen dari 37 tersangka dalam puluhan kasus kejahatan medis selama pandemi.

“Dari puluhan kasus itu, perannya masing-masing adalah mereka jual, kemudian berbagai macam cara ada melalui online, langsung,” ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika di Jakarta, Rabu 28 Juli 2021.

Pihaknya berencana akan menjual kembali obat terapi covid19 hasil sitaan kasus kejahatan medis itu. Menyesuaikan dengan HET ditetapkan dan keuntungan akan diberikan kepada para pemilik usaha.

Baca juga: Modus Kejahatan Admin Untad Palu, Pelaku Keruk Untung Miliaran

“Terhadap barang bukti ini nanti kami akan melakukan diskresi kepolisian, restorative justice di mana kita juga harus memberi manfaat. Sehingga kita akan lakukan penyisihan barang bukti, kita koordinasi dengan Kejaksaan, Kemenkes, BPOM, termasuk dengan gabungan pengusaha besar farmasi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, para tersangka kasus kejahatan medis diketahui memiliki modus atau tindak kejahatan berbeda-beda.

Misalnya, ada tersangka kasus kejahatan medis menimbun obat terapi Covid19, atau menjual obat di atas harga eceran tertinggi (HET), ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Bahkan, ada kasus pemalsuan tabung oksigen dengan menggunakan tabung alat pemadam api ringan (APAR).

Polisi, melakukan penyamaran untuk dapat mengungkap kasus-kasus terkait obat ataupun alat medis di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita juga lakukan penyamaran untuk bisa dapat atau beli obat itu. Kita urut ke atas, sampai dengan dimana obat atau barang itu disimpan,” jelas dia.

Baca juga: Hasil Uji Swab, Puluhan Tenaga Medis RSUD Anutapura Positif

Pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara

Atas perbuatannya itu, para pelaku yang menjual obat terapi Covid19 di atas HET dikenakan Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 62 Jo Pasal 10 UU 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kemudian, para tersangka mengubah tabung APAR jadi tabung oksigen dikenakan Pasal 106 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Selanjutnya, Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 Jo Pasal 8 UU No 8 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun. (***)

Baca juga: Januari- Februari 2021, Polisi Ungkap Tiga Kasus Kejahatan di Sigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post