Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Dishub Parigi Moutong Uji Petik Retribusi Parkir Pasar

Must read

Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Perhubungan (Dishub) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, uji petik retribusi parkir di Pasar Sentral Parigi.

“Uji petik parkir salah satunya dilaksanakan di Pasar Sentral Parigi. Ini hari terakhir dari enam hari pelaksanaan,” ungkap Kepala Dishub Parigi Moutong, Arman Maulana, di ruang kerjanya, Senin 31 Mei 2021.

Pelaksanaan uji petik retribusi parkir kata dia, untuk menjawab berbagai masukan publik dan Bapenda agar PAD dari retribusi meningkat. Namun faktanya, setoran tidak sesuai target dan harapan.

Salah satu alasan tidak maksimalnya capaian PAD dari sektor retribusi parkir adalah larangan keramaian selama pandemi covid 19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Itu tidak dapat dipungkiri, karena itu memang terjadi. Bukan hanya skala daerah dan nasional, namun hingga seluruh dunia,” tuturnya.

Baca juga: Bapenda Parimo Uji Petik Retribusi Pasar

Kemudian, upaya setoran retribusi parkir dilakukan pada akhir tahun, tetap tidak mampu memenuhi target PAD.

Kendalanya, karena bekerja tidak maksimal, baik dari sisi pengawasan dan penarikan. Sehingga, saat proses penyetoran parkir tidak terkontrol dengan baik.

Baca juga: Dishub Akan Tertibkan Juru Parkir Liar di Pasar Parigi Moutong

“Agar tidak ada kecurigaan dan kesalahpahaman, maka pihaknya melakukan uji petik,” tegasnya.

Dari pelaksanaan uji petik retribusi parkir, menunjukan hasil baik. Meskipun tidak dilaksanakan satu hari. Namun, menghabiskan dua blok karcis parkir dengan besaran retribusi Rp 2 ribu.

Baca juga: Dishub Sisir 53 Lahan Parkir Pasar Parigi Moutong

Selain itu, dengan pelaksanaan uji petik retribusi parkir pihaknya telah memiliki gambaran kedepan untuk mengoptimalkan capaian PAD.

“Kami masih mencari formula aplikasi retribusi parkir pasar. Ketentuannya mungkin akan diatur dalam perjanjian kerjasama,” tuturnya.

Selanjutnya, Dishub Parigi Moutong, akan uji petik retribusi parkir kembali. Titiknya di Toboli dengan memanfaatkan parkir di tepi jalan.

Pihaknya melihat di Toboli merupakan daerah strategis. Turut mampu memberikan andil terhadap peningkatan PAD.

“Kalau pasar sendiri ada 57 titik, tetapi ada beberapa pasar yang tidak dapat dikelola retribusi parkir, seperti di Tomini, Palasa, Ongka Malino, Bolano dan Taopa. Karena menggunakan halaman rumah warga,” tutupnya.

Laporan: Novita Ramadhani

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article