fbpx

Disdikbud Sulawesi Tengah: Pentingnya Melestarikan Kearifan Lokal

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah – Disdikbud Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) perlu peran semua pihak dan pentingnya untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal di seluruh daerah Sulawesi Tengah (Sulteng).  

Hal tersebut diungkapkan oleh Rahman Ansyari Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah, Palu 24 Mei 2022.

Apalagi jika kearifan lokal sudah terdegradasi sampai hilang, maka diperlukan kerja keras dan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah (Pemda), lembaga adat juga dan juga tenaga pendidik untuk bahu-membahu menghidupkan kembali kearifan lokal tersebut.

“Lembaga atau dewan adat dalam hal ini, Badan Permusyawaratan Adat Sulawesi Tengah (BMA) harus memberikan pemahaman kepada pemerintah kabupaten dan warga tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal sehingga keduanya dapat berkolaborasi melalui kebijakan dan program pemerintah daerah,” jelasnya di Palu, Selasa 24 Mei 2022.

Baca: Cicalengka Dreamland : Wahana, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk

Rahman Ansyari mengatakan BMA Sulteng harus turun tangan membantu pemerintah daerah merancang regulasi yang berkaitan dengan pelestarian kearifan local tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa pemerintah daerah merupakan perantara yang memfasilitasi dan membiayai rancangan peraturan atau program yang diusulkan. Implementasi di lapangan dilakukan oleh BMA Sulteng bersama dengan lembaga atau dewan adat, pihak terkait dan masyarakat.

Di tingkat satuan pendidikan, dia mengatakan, peran guru pelatih sangat diperlukan untuk mengajarkan siswa kearifan lokal daerah dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: KKP Serahkan Bantuan Rp200 Juta ke Kelompok Penggerak Konservasi di Sulawesi Tengah dan Selatan

Menurut Rahman Ansyari, kearifan lokal merupakan salah satu pilar penting bagi suatu negara untuk terus berkembang dan bertahan dengan perubahan zaman dari waktu ke waktu.

“Saya masih ingat pidato Bung Hatta tahun 1948 bahwa suatu pemerintahan bisa makmur jika kebudayaan juga berkembang. Kebudayaan mempengaruhi sifat pemerintahan negara. Saat ini, bagaimana bisa terjalin kerjasama dengan semua pihak untuk melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari kebudayaan negara kita,” ucap dia. (*)

Baca: Sejarah Singkat Kecamatan Kasimbar Parigi Moutong

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.