Disdikbud Parimo, Dinilai Kurang Peka Benahi SMP I Paritra

0
78
ilustrasi rehab gedung sekolah Dokumentasi (Harian Pilar)
SHARE

Parimo, gemasulawesi.com– Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disikbud) Kabupaten Parimo, dinilai tidak memiliki kepekaan atas permintaan membenahi sarana dan prasarana sekolah. Pasalnya, sejak tahun 2017 pihak sekolah SMP 1 Parigi Utara, telah mengajukan permohonan kepada Pemda Parimo melalui Dinas Pendidikan untuk memperbaiki dan menambah sarana sekolah yang dinilai perlu segera dilakukan.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 1 Parigi Utara Abd. Latang kepada gemasulawesi.com di ruang kerjanya. Kamis, pekan kemarin. Ia mengatakan sekolah tersebut membutuhkan banyak uluran bantuan terkait perbaikan dan penambahan gedung sekolah.

“Apalagi pasca gempa tahun 2018 makin banyak kerusakan di sekolah ini, pihak sekolah sudah menyampaikan ke Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP tentang niat sekolah untuk tahun 2018 sampai dengan 2019 agar mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ujarnya.

Terkait pelaksanaan UNBK tersebut kata ia, pihak sekolah sudah pernah mendapat bantuan dari Pemda Parimo berupa peralatan komputer sebanyak kurang lebih 20 unit dengan anggaran senilai kurang lebih 280 juta Rupiah, dan sudah pernah mengadakan simulasi menggunakan fasilitas ruan kelas.

“Sekarang sekolah kami membutuhkan ruang laboratorium komputer, karena khawatir dengan ruang kelas yang juga dipakai sebagai laboratorium komputer sementara saat ini pun membutuhkan rehabilitasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi Ruang Kelas Baru (RKB) pun mengalami kerusakan pasca gempa yang membuat sejumlah siswa harus belajar dibawah tenda. Menurutnya, Hal tersebut sangat mengganggu kondisi belajar mengajar, sehingga sangat mungkin tidak tercapainya kualitas yang diharapkan nantinya bagi siswa apabila hendak mengikuti ujian nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Parimo, Jalaludin, dikonfirmasi gemasulawesi.com terkait hal tersebut, sedang tidak berada di tempat.

Laporan: Aqil Azizi


SHARE

Tinggalkan Balasan