Disdik Kabupaten Sigi Gelar Kelas Jarak Jauh Daerah Terpencil

waktu baca 2 menit
Sejumlah anak SD sedang belajar (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, gelar kelas jarak jauh guna meningkatkan pelayanan Pendidikan dalam upaya memberantas aksara di daerah- daerah yang terpencil.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi Anwar di Sigi, Selasa 26 Juli 2022.

“Kami berharap dengan di gelarnya sekitar 10 kelas jarak jauh, anak-anak di pelosok Sigi bisa mengenyam pendidikan sehingga bisa (minimal) membaca dan menulis,” kata Anwar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Selasa 26 Juli 2022.

Anwar telah mengunjungi daerah-daerah terpencil yang sulit diakses dan menemukan bahwa anak-anak tidak dapat membaca atau menulis. Ia menyebutkan beberapa daerah terpencil yang membutuhkan fasilitas pendidikan, seperti Dusun Valamate di Desa Dombu dan Dusun Kalaka di Desa Soi, Kecamatan Marawola Barat Dusun Vonggo di Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo, Bolatompi di Desa Lempe Lero, Kabupaten Kulawi Selatan dan satu Dusun di Desa Koja, Kecamatan Pipikoro.

Baca: Hari Mangrove Sedunia, Siswa SD di Donggala Tanam Mangrove

Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar di daerah-daerah tersebut umumnya tidak dapat mengenyam pendidikan formal karena mereka tinggal di daerah terpencil yang tidak memiliki lembaga pendidikan.

“Ini bukan soal anak mau belajar atau tidak, tapi masalah akses terkait ketersediaan infrastruktur jalan dan infrastruktur pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia, dinas pendidikan akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk membuka pendidikan jarak jauh bagi anak-anak di pelosok desa yang belum mampu mengenyam pendidikan formal.

Ia mengatakan, untuk operasionalnya, kami akan bekerja sama dengan komunitas pegiat pendidikan, pemerhati pendidikan dan mitra lainnya.

Dinas Pendidikan, jelasnya, akan menyiapkan pegawai negeri sipil dan guru honorer untuk mengajar pembelajaran jarak jauh di daerah terpencil.

Anwar mengatakan, bahwa mereka akan bekerja sama dengan relawan.

“Kami berharap ke depan penerimaan P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) akan memprioritaskan guru yang dapat ditempatkan di daerah terpencil,” tambahnya. (*/Ikh)

Baca: PTM Dilaksanakan, Sekolah di Sigi Terapkan Prokes Ketat

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.