Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Dirtipideksus Polri Kejar Dua Pelaku Pinjol Ilegal

Dirtipideksus Polri Kejar Dua Pelaku Pinjol Ilegal
Foto: Illustrasi pelaku Pinjol ilegal.

Gemasulawesi- Penyidik Dirtipideksus Bareskrim Polri, masih kejar dua pelaku Pinjol ilegal, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai. Keduanya diketahui merupakan warga negara asing (WNA).

“Polisi telah memasukan kedua orang itu dalam daftar pencarian orang (DPO) dan melakukan pencekalan,” ungkap Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santikan, di Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021.

Polri sebelumnya telah menangkap delapan orang tersangka pelaku Pinjol ilegal. Delapan orang tersangka itu ditangkap di lokasi berbeda-beda.

Baca juga: Pria Asal Aceh Jadi Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi

Para pelaku adalah Deyana Rossa alias Dea berperan sebagai penagih utang, serta Yuri Baramudia alias Yuri berperan sebagai leader desk collection.

Kemudian, satu orang pelaku Pinjol ilegal Christoper ditangkap di Kota Tangerang, Banten. Ia merupakan pihak yang mengawasi, memerintahkan, dan membagikan nama-nama nasabah dari seluruh KSP kepada Dea dan Yuri.

Sementara itu, lima orang lainnya, yaitu Elroy, Benedictus, Alfonsius, Sidharta, dan Rizky ditangkap di Jakarta Barat. Mereka berperan sebagai operator kartu sim.

Helmy menjelaskan, KSP Cinta Damai ini merupakan salah satu produk dari aplikasi pinjaman online Dana Cepat.

Selain KSP Cinta Damai, ada beberapa KSP fiktif lainnya seperti KSP Hidup Hijau dan KSP Pulau Bahagia.

Baca juga: Seleksi CPNS Parigi Moutong 2019, Panselda Beri Tiga Hari Masa Sanggah

Polisi sita ribuan kartu SIM teregistrasi

Dari penangkapan ini, polisi juga menyita ribuan kartu SIM yang telah teregistrasi. Serta beberapa unit ponsel dan laptop.

Ada pula alat yang digunakan untuk mengirimkan SMS secara massal. Bahkan, pihaknya akan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Ada beberapa handphone dan laptop, fungsinya untuk melihat alur transaksi dan transaksi komunikasi dari para pelaku itu,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, beberapa pihak yang akan diminta keterangan di antaranya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kependudukan dan Catatan Sipil.

Sebab, untuk mendaftarkan kartu SIM, dibutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dia menegaskan, polisi akan terus mengembangkan kasus Pinjol ilegal. Sebab, aktivitas pinjol ilegal ini telah meresahkan masyarakat.

“Akan terus kami kembangkan ke jaringan-jaringan lain,” tutupnya. (***)

Baca juga: Polri Berhasil Gagalkan Jaringan Pengedar Ganja Omzet Miliaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post